Suara Denpasar – Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi yang biasa disapa Kang Dedi secara tak terduga bertemu lagi dengan Gunawan alias Acong, tukang sapu tenaga harian lepas (THL) Pemkab Purwakarta. Saat Kang Dedi masih jadi Bupati Purwakarta, Acong pernah dia bantu. Kini dia bertemu Acong lagi dengan cerita baru.
Pertemuan Kang Dedi dan Acong terjadi saat Kang Dedi kembali turun ke lokasi banjir di Jalan Ipik Gandamanah, Munjuljaya, Purwakarta. Sebelumnya, Kang Dedi sepulang dari rapat di DPR RI, sempat melintas di jalan yang banjir tersebut dan mencarikan solusinya. Namun, masalah banjir ini belum tuntas.
Sehingga Kang Dedi kembali datang mencarikan jalan keluar atas banjir di jalan tersebut. Di tengah menunggu petugas dari Pemkab Purwakarta, tanpa sengaja Kang Dedi bertemu dengan Acong.
“Saya Acong, tukang sapu yang dulu,” kata Acong dilihat dari Youtube Lembur Pakuan Channel.
“O, iye (ini, red) Acong tukang sapu yang dulu? Ya Allah, Ya Rabbi,” kata Kang Dedi langsung merangkul Acong, kemudian melanjutkan, “Ayeuna (sekarang) masih sapu-sapu?”
“Masih,” kata Acong.
Namun tidak menyapu di jalan yang banjir ini. Dia menyapu di daerah Sidomuncul. Datang ke lokasi itu dan bertemu Kang Dedi pun secara kebetulan karena lihat banjir.
Kang Dedi pun memastikan lagi apakah ini Acong yang merupakan tukang sapu paling rajin sehingga mendapat reward dari Kang Dedi dan Pemkab. Acong membenarkan. Nama aslinya Gunawan, namun sejak kecil dipanggil Acong, karena keturunan Tionghoa.
Kang Dedi pun menanyakan apakah anaknya sudah kerja. Acong pun bercerita, kini anak keduanya yang bernama Megawani sudah lulus S1 Jurusan Hukum dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung pada 2021 lalu. Lulus 3,5 tahun dengan predikat cumlaude alias memuaskan.
Baca Juga: Sosok Sri Mulyawati, Istri Pertama Kang Dedi Mulyadi sebelum Ambu Anne, Rela Korbankan SPP
“Hebat! Berarti pinter anaknya?,” kata Kang Dedi sambil mengacungkan jempol.
Acong sempat diminta bawa anaknya ke lokasi. Dia pun mencari Megawani ke rumahnya. Ternyata Megawani sedang ke Bandung. Konon, Megawani berniat ikut seleksi jadi jaksa.
Selain itu, Acong juga mengatakan ke Kang Dedi bahwa anak ketiga dan keempatnya sedang bersekolah di SMAN 2 Purwakarta dan SMKN 2 Purwakarta. Dia juga mengaku akan berupaya menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi.
Bahkan Acong mengingatkan bahwa dia pernah dibantu Kang Dedi. Dia mengaku tidak lupa. Namun, Kang Dedi mengaku sudah lupa. Apalagi peristiwa itu ternyata terjadi saat masih jadi Bupati Purwakarta. Perkiraannya antara 2016-2017. Kang Dedi lengser dari bupati Purwakarta tahun 2018.
Cerita itu bermula saat Kang Dedi sering melihat ada tukang sapu jalan yang rajin. Akhirnya Kang Dedi menyampaikan ke Kabid di Dinas Kebersihan agar memberi reward. Benar saja, Acong diberi reward Rp5 juta dari Dinas Kebersihan. Kemudian Acong dapat lagi reward dari PKK, juga Rp5 juta.
Beberapa lama kemudian, anak dari Acong mau kuliah, tapi tak punya uang. Kang Dedi mendengar hal tersebut. Selanjutnya Kang Dedi memberi bantuan Rp20 juta yang dipakai untuk membeli laptop dan kebutuhan kuliah.
Berita Terkait
-
Kang Dedi Mulyadi Ajak Maula Akbar ke Rumah yang Dibangun Bersama Sang Ibu, Tak Disangka Saksi Bisu Ini Masih Ada
-
Ingat Memori Lama, Kang Dedi Mulyadi Kunjungi Rumah yang Dibangun Bersama Teh Sri Mulyawati: Kursi Jadi Saksi Bisu
-
Anne Ratna Pamitan dan Minta Maaf ke Warga Purwakarta, Sempat Menangis, Tak Terlihat Ada Kang Dedi Mulyadi
-
Kang Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Mau Terima Waris dari Mertua, Beri Pesan Serius kepada Maula Akbar
-
Ambu Anne: Saya Tunggu Berbulan-bulan Tapi Tidak Ada Itikad Baik Kang Dedi Mulyadi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Badai Pasti Berlalu! 5 Shio Ini Akhiri Masa Sulit dan Banjir Rezeki pada 26 Juni 2026
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km