/
Kamis, 10 November 2022 | 15:21 WIB
Kang Dedi Mulyadi dan dua janda yang menjadi pedagang asongan di sebuah SPBU. (Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel)

Suara Denpasar – Di tengah kesibukannya sebagai anggota DPR RI, Kang Dedi Mulyadi tetap melakukan aktivitas sehari-hari dan bertemu warga. Kali ini suami dari Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, bertemu dua janda mandiri, yang berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Itu terlihat dari tayangan di Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel. Kang Dedi bertemu sopir angkot di pinggir jalan yang sedang menambal ban lantaran bocor. Ia pun berhenti dan mengobrol dengan sang sopir angkot.

Setelah ban angkot selesai ditambal, Kang Dedi membayar uang jasa ke tukang tambal ban. Rp300 ribu. Padahal, tagihannya Rp15 ribu. Tak pelak, tukang tambal ban pun semringah bukan main.

Dasar Kang Dedi Mulyadi, ada saja akalnya. Dia yang meminta nyopiri angkot tersebut. Sedangkan si sopir angkot jadi kernet. Satu orang penumpang pun disuruh turun dari angkot dan naik Toyota Alphard milik Kang Dedi.

Terlihat Kang Dedi harus mengeluarkan banyak tenaga untuk mengemudikan angkot yang tidak memiliki power steering. Sambil mengobrol, dia  berhenti di SPBU untuk mengisi BBM.

Di SPBU ini lah, Kang Dedi kembali bertemu dua perempuan pedagang asongan. Dia memanggil salah satunya.

“Emang nggak punya suami, (sehingga harus) dagang?” tanya Kang Dedi.

Pedagang itu ngaku sudah janda setelah ditinggal mati suaminya sejak 2017. Memang, sang janda ini sebetulnya punya dua anak yang keduanya sudah bekerja. Namun, dia tidak mau merepotkan anak-anaknya, sehingga tetap ingin mandiri.

“Anak juga punya istri, punya anak,” kata sang ibu.

Baca Juga: Lima Artis Ini Sempat Jadi Atheis, Nomor 4 Bahkan Punya Teman Pendeta dan Habib

“O, ibunya nggak mau bebanin (anak), pengen mandiri. Kenapa nggak kawin lagi?” kata tanya Kang Dedi.

Ditanya begitu, ternyata pedagang asongan yang lain menyahut. “Gak laku-laku, Pak,” katanya dari kejauhan.

“Gak laku? Ini janda juga?” tanya Kang Dedi.

“Ya,” katanya.

“Ya Allah, Ya Rabbi, banyak janda,” ucap Kang Dedi.

“Ya, nggak laku-laku, Pak. Mau kayak Bapak,” ujarnya lagi.

Kang Dedi pun memanggil Haji Mumu, asistennya. Dia menyuruh Mumu mendekat. 

“Ini janda-janda tua yang harus disantuni, Mu. Kalau dikawini pahit,” seloroh Kang Dedi.

Pernyataan Kang Dedi pun membuat gelak tawa. 

“Jadi, janda tua kita santuni, janda muda kita?” tanya Kang Dedi kepada sang asisten.

“Sayangi,” jawab Mumu.

Akhirnya Kang Dedi pun memborong barang dagangan dari dua pedagang asongan tersebut. Jajajan tersebut  dibagikan ke pengendara lain yang sedang mengantre membeli BBM di SPBU. Di tengah bagi-bagi itu, seperti biasa, banyak warga yang datang untuk berfoto bersama Kang Dedi.

“Ini contoh, ya, ibu-ibu, warga masyarakat yang setiap hari harus banting tulang hanya untuk sekedar makan, ya janda ditinggalkan oleh suaminya, tapi tetap mandiri tetapi hidupnya tetap disyukuri,” kata Kang Dedi sambil memberikan beberapa lembar uang pecahan ratusan ribu, dan berpesan agar kedua janda itu ppulang, membagikan jajanan yang dijual kepada tetangganya.

“Pulang, istirahat. Kawin lagi,” katanya disambut tawa. 

Kang Dedi pun melanjutkan mengisi BBM. Dia masih menjadi sopir angkot. Sedangkan, istrinya, Anne Ratna Mustika, yang menggugatnya cerai sedang menjalankan umrah ke Tanah Suci. (*)

Load More