Suara Denpasar- Kang Dedi Mulyadi langsung mengontrak pekerja seks komersil (PSK) selama 10 malam.
PSK yang berumur 30 tahun ini menawarkan harga Rp150 ribu untuk sekali kencan.
Kang Dedi Mulyadi bersama asistennya menemui seorang PSK di tepi jalan. Mereka terlihat obrolan panjang soal aktivitas si perempuan tersebut.
Dimula dari harga yang ditawarkan, status hubungan dengan suami, sampai sejak kapan perempuan ini terjun ke jalanan.
Kepada Kang Dedi, pekerja ini menyediakan kamar kontrakan khusus jika ingin bertransaksi.
Dari Rp150 ribu harga yang dibayarkan pelanggan, dirinya hanya mendapatkan bayaran bersih Rp100 ribu.
Bayaran yang didapat ini untuk keperluan hidup anaknya.
"Sekarang anaknya umur berapa? Kamu tiap malam keliling gini untuk biaya hidup anak?" tanya Kang Dedi Mulyadi seperti yang diunggah di akun KDM Channel dikutip pada Sabtu (12/11/2022).
Setiap malam perempuan ini hanya mendapatkan pelanggan dua orang saja. Jika tidak dapat pelanggan maka dirinya hanya mengandalkan si bibi yang memberinya uang.
Baca Juga: Stigma Buruk Terhadap Nasdem Karena Jadikan Anies Baswedan Capres, DPW Bali: Biarkan!
Di akhir obrolan ini Kang Dedi menyarankan agar perempuan ini berhenti bekerja sebagai PSK.
Kang Dedi langsung mengontrak selama 10 malam atau sekitar Rp1,5 juta, syaratnya tidak boleh melayani pelanggan kecuali si asisten Kang Dedi.
Namun 'kontrak' 10 malam itu hanya cara Kang Dedi agar si perempuan ini tidak mangkal lagi.
Si perempuan ini pun mengaku akan jualan sayur dan berusaha untuk tidak kembali lagi di jalan setidaknya dalam 10 hari ini.
"Nanti uangnya buat anak, sama mau jualan sayuran di terminal," kata si perempuan ini.
"10 malam dia berhenti jualan, berarti kita sudah mengurangi penderitaannya 10 hari, apalagi kalau dia nanti benar jualan sayur. Jadi kalau lihat seperti ini jangan langsung bilang salah, kasih dia uang suruh dia pulang, tapi jangan ditiduri. Karena dia tidak punya cita-cita untuk jadi PSK, ini hanya karena keadaan," pungkas Kang Dedi Mulyadi. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Piala Dunia 2026 Terancam, FIFA Respons Serangan AS-Israel ke Iran
-
Serangan AS-Israel ke Iran: Dentuman Keras di Riyadh, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?
-
Yandri Susanto Pasang Target Tinggi, PAN Cilegon Diminta Jadi Pemenang Pileg 2029
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Mayat Tanpa Busana Mengambang di Sungai Blobo Malang, Identitas Korban Masih Misteri
-
Harimau Sumatera Dekati Tim Pagari Agam Saat Pasang Kamera Jebak, Jarak Cuma 5 Meter
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu Beredar di Magetan, Pengedarnya Diduga Pria Asal Bojonegoro