Suara Denpasar – Setelah sebelumnya mengunggah pertemuan dengan seorang pekerja seks komersi (PSK) yang mangkal di jalanan Kota Subang, anggota DPR RI, Dedi Mulyadi bertemu lagi dengan seorang PSK di kota yang sama. Mantan bupati Purwakarta dua periode ini terlihat jago tawar-menawar dengan PSK.
Dari pantauan Suara Denpasar pada Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, terlihat Kang Dedi dari dalam mobil berhenti ketika melihat perempuan yang berdiri di tepi jalan. Setelah dicek ke GoogleMaps berdasarkan ciri lokasi dan bangunan, itu berada di Jalan Pasar Baru, Subang. Dekat pertigaan dengan Jalan Ahmad Yani.
Perempuan ini berusia 40 tahun. Sudah menjadi PSK sejak 2007 atau sudah 15 tahun. Perempuan ini mengaku menjadi PSK setelah cerai dari suaminya, dan mengasuh seorang anak. Sempat bekerja hingga buka warung, namun modal habis tergerus. Sedangkan melamar pekerjaan di pabrik sudah tidak bisa karena usia.
Setelah tanya-tanya asalnya dan mangkal dari jam berapa, Kang Dedi pun tanya berapa ongkos jasa PSK ini.
“Berapa,” tanya Kang Dedi masih di dalam mobil.
“Apanya,” tanya perempuan berkaus kuning yang mengenakan jaket ini.
“Sekali mainnya?” tanya Kang Dedi lagi.
“Gopek,” jawabnya.
“Rp500 (ribu)? Mahal ah,” kata Kang Dedi.
Baca Juga: G20 Sudah Gagal! Sebatas Angkat Citra Jokowi, di Argentina Cuma di Lapangan Terbuka
Sang PSK pun menjelaskan, Rp500 ribu itu sudah termasuk biaya hotel Rp150 ribu. Jadi, yang Rp350 ribu untuk jasa PSK-nya. Sang PSK mengatakan kalau tidak Rp500 ribu tidak mau.
“Mendingan nggak punya duit (daripada dibayar di bawah Rp500 ribu),” kata sang PSK memberi penjelasan.
Kang Dedi pun tanya-tanya sehari dapat berapa pelanggan. Sang PSK mengaku tidak menentu. Bahkan, sebulan paling dapat lima kali main. Seperti November ini dia baru melayani 3 pria hidung belang.
Kemudian, Kang Dedi menawari sang SPK ‘main’ dengan asistennya, Haji Mumu. Dia mulai menawar dengan harga Rp175 ribu. Alasannya Haji Mumu orangnya kecil. Plus hotel jadi Rp325 ribu.
“Udah Rp175 (ribu). Dia mah gak kerasa, Teh. Kecil. Daya rusaknya rendah. Dan gak bakal lama, Teh,” tawar Kang Dedi.
Ternyata, sang PSK tetap tidak mau. Akhirnya, Kang Dedi menaikkan harga tawar.
Berita Terkait
-
Kang Dedi Mulyadi Sindir Anne Ratna yang Umroh? 'Ada Rakyat yang Mau ke Sekolah Saja Tak Ada Ongkos
-
Dedi Mulyadi Sering Bagi-bagi Uang dan Dianggap Pejabat Kaya Raya, Buka-bukaan soal Deposito
-
Kang Dedi Mulyadi Sebut Rumah dan Kekayan Anne Ratna Bertambah Usai Jadi Bupati, Ungkit Jasanya
-
Ternyata Selama Tiga Tahun Kang Dedi Melakukan Pekerjaan Ini Untuk Besarkan Maula Akbar
-
Kisah Asmara Dedi Mulyadi dan Sri Mulyawati Istri Pertamanya sebelum Anne Ratna Diungkap Kawan Karib
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan