Suara Denpasar - Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 digelar di Bali pada15-16 November 2022. Setidaknya ada 17 Kepala Negara hadir dalam acara ini. Namun, belum saja dibuka, KTT G20 justru sudah disebut gagal.
“KTT G20 yang digelar di Bali, hampir dapat dipastikan 99 persen gagal,” ujar Interim Team Lead 350 Indonesia Firdaus Cahyadi pada Senin (14/11/2022).
“Pasalnya, KTT itu tidak menghasilkan komunike atau dokumen yang berisi kesepakatan bersama untuk semua isu yang dibahas,” sambungnya.
Indikasi kegagalan itu, lanjut Firdaus Cahyadi, sudah nampak sejak pertemuan tingkat menteri negara-negara G20 yang gagal mencapai komunike terkait isu transisi energi.
“Jadi jauh-jauh hari sebenarnya sudah terlihat bahwa KTT G20 hanya akan menghamburkan uang saja dengan hasil yang sia-sia,” tegasnya.
Menurut Firdaus Cahyadi, sebesar 1 persen keberhasilan KTT G20 hanya terkait mengumpulkan kepala-kepala negara anggota G20 untuk menikmati indahnya alam Pulau Bali.
“Celakanya, kegagalan KTT G20 itu ingin ditutupi dengan membungkam suara-suara rakyat menjelang KTT tersebut dibuka secara resmi,” lanjutnya.
Pembukaman suara-suara rakyat itu, lanjut Firdaus Cahyadi, juga salah satu indikator lainnya kegagalan dari KTT G20. 'Tema besar dari KTT G20 itu adalah ‘Pulih Bersama, Pulih Lebih Kuat’.
“Bagaimana mungkin akan pulih bersama bila KTT G20 justru membungkam suara rakyat,” tegasnya.
Baca Juga: Video Viral! Cewek Cantik Ini Dianiaya Sang Pacar, TKP di Pekanbaru
“Pembungkaman suara rakyat di KTT G20 akan menjadi sebuah preseden buruk bagi KTT lainnya ke depan, bahkan penyelenggaraan negara secara keseluruhan," imbuhnya.
Penyelenggaraan KTT G20 di Bali memang diwarnai dengan intimidasi terhadap aktivis lingkungan hidup dan seniman untuk mengekspresikan suaranya terhadap KTT G20. Pada 6 November 2022, sebuah diskusi dan workshop seni untuk anak muda yang menyoroti krisis iklim di Denpasar digagalkan.
Tak lama berselang, rombongan pesepeda aktivis Greenpeace juga dihadang saat menuju Bali. Pada 13 November 2022, acara pentas seni yang digelar oleh komunitas di Bali, kembali dibubarkan.
“Anehnya pembubaran pentas seni itu disebabkan adanya spanduk bertuliskan,’Dari Polusi ke Solusi’,” ujarnya, “Dari situ sudah nampak bawa di KTT G20 hanya menghendaki narasi tunggal untuk menutupi kegagalannya,” herannya.
KTT G20 yang telah 99 persen gagal itu, menurut Suriadi Darmoko, Finance Campaigner 350 Indonesia akan menghasilkan solusi palsu transisi energi.
“Transisi energi itu adalah persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, jika pembahasannya tertutup dan dilakukan dengan cara membungkam suara rakyat, ya dapat dipastikan hanya akan menghasilkan solusi palsu yang menguntungkan segelintir elit,” tegasnya.
“Salah satu indikator solusi palsu itu adalah masih ditolerirnya penggunaan batu bara dan gas, dengan cara memberikannya label hijau atau ramah lingkungan hidup," sambung Suriadi.
Kegagalan KTT G20 yang menghasilkan solusi palsu transisi energi itu, lanjut Suriadi Darmoko, akan memperparah krisis iklim kedepannya.
“Tanpa keseriusan negara-negara G20 dalam melakukan transisi energi, dapat dipastikan krisis iklim akan semakin sulit dielakkan,” terangnya, “Ke depan kita akan lebih sering mengalami bencana ekologi akibat krisis iklim," pungkasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Makin Panas! Presiden Inter Milan Serang Balik Direktur Juventus Giorgio Chiellini
-
'Hilang Huma(n)': Ketika KoBer Membaca Krisis Pangan sebagai Krisis Peradaban
-
Igor Tudor Datang, Pelatih Keturunan Indonesia Pergi dari Tottenham Hotspur
-
Tersandung Izin Kerja seperti Maarten Paes, Van Persie Akali Aturan Demi Raheem Sterling
-
Dianggap Punya DNA United, Pelatih Elkan Baggott Dirumorkan Bakal Gantikan Carrick di MU
-
Mohamed Salah Menuju ke Arab Saudi, Liverpool Siapkan 4 Calon Pengganti
-
Eks Winger Liverpool Ditangkap Polisi di Bandara, Terlibat Kasus Apa?
-
Hujan Lebat Disertai Angin di DIY: 4 Orang Terluka Akibat Atap Ambrol dan Belasan Pohon Tumbang
-
Targetkan Piala Dunia, John Herdman Waspadai Ekspektasi Publik Bisa Jadi Kutukan Timnas Indonesia