/
Selasa, 22 November 2022 | 09:37 WIB
ANTARA/Aditya Rohman

Suara Denpasar - BMKG mencatat ada 122 kali gempa susulan setelah gempa dengan kekuatan 5,6 magnitudo mengguncang Cianjur, Jawa Barat. Kini, intensitas gempa susulan tersebut sudah mulai melemah.

"Hingga pukul 7.30 BMKG mencatat 122 kali gempa susulan akibat gempa M5,6 Cianjur, Jawa Barat," kata epala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, Selasa (22/11/2022).

Dia mengatakan saat ini tren magnitudo gempa susulan di Cianjur cenderung melemah. Hal tersebut berdasarkan monitoring BMKG.

"Hingga Selasa, 22 November 2022 pukul 4.00 WIB menunjukkan tren magnitudo gempa susulan yang cenderung melemah," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

"Aktivitas gempa susulan (aftershocks) di Cianjur-Sukabumi sudah meluruh," katanya.

Daryono menjelaskan gempa di Cianjur masuk dalam kategori gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake).

Karakteristik gempa kerak dangkal itu memiliki gempa susulan yang cukup banyak karena berada di batuan yang relatif rapuh.

Sementara itu, Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto mengatakan target masa tanggap darurat berlangsung selama satu minggu dan berharap proses pencarian dan evakuasi sudah selesai.

Ia meminta kementerian dan lembaga dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk mempercepat penanganan darurat.

Baca Juga: Heboh Isu Desy Ratnasari Menikah Lagi di Garut Usai Belasan Tahun Menjanda: Kenapa Sih Orang Suka Bergosip?

"Gempa sudah terjadi, tidak ada satu kekuatan yang bisa menghindari kapan terjadinya bencana, yang pasti setelah terjadi bencana bagaimana upaya-upaya kita secara sinergi, soliditas dan sungguh-sungguh agar penanganan bencana dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," katanya.

Terkait bencana itu, pihaknya juga telah mengerahkan personel dan logistik ke lokasi bencana.

"Kami juga menyiagakan satu unit helikopter untuk distribusi bantuan," ujar Suharyanto.

Ia menambahkan, rumah warga yang alami kerusakan berat, sedang maupun ringan akan diberikan bantuan dari pemerintah.


 

Load More