Suara Denpasar - Seorang nenek warga Banjar Dinas Mambang Celuk Kelod, Desa Mambang, Selemadeg Timur, Tabanan Bali ditemukan tewas dalam posisi tergantung pada sebuah bangunan kayu.
Korban Ni Ketut Cendol, diduga kuat nekat gantung diri karena menderita sakit bertahun-tahun lamanya. Peristiwa gantung diri sontak membuat geger warga sekitar dan keluarganya.
"Benar kasus bunuh diri tersebut sudah ditangani oleh Polsek Selemadeg Timur," kata Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Nyoman Subagia mengatakan.
Kejadian meninggalnya nenek perempuan Ni Ketut Cendol, pertama kali diketahui oleh anak kandung korban I Made Sueca.
Berawal dari I Made Sueca yang setia paginya membangunkan orang tuanya dari tempat tidur. Namun malah mendadak tidak melihat ibunya di kamar. I Made Sueca pun mencari ibunya di kebun miliknya, karena korban pagi-pagi biasanya buang air besar.
Sekitar pukul 06.30 saksi terbelalak malah mendapati ibunya sedang posisi tergantung di tempat penyimpanan kayu bakar di kebun. Melihat ibunya posisi gantung diri korban langsung meminta bantuan tetangga dan warga sekitar. Untuk menurunkan korban dari ikatan tali.
“Pada saat tiba di TKP, saksi melihat ibunya masih dalam keadaan tergantung di tempat kayu bakar dengan kain bulang warna biru menghadap ke barat,” ujar Iptu Subagia.
Dari pemeriksaan medis tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan dan tindakan pidana. Sementara dari keterangan keluarga, korban sudah bertahun-tahun lebih menderita sakit kompilasi.
Beberapa kali korban sempat mencoba melakukan penyembuhan dan perawatan sayang belum berhasil korban sembuh dari penyakit yang diderita. Bahkan semenjak dari suami korban meninggal sakit malah bertambah parah.
“Dugaan kami berdasar keterangan keluarga korban dan olah TKP di lapangan. Diduga korban depresi lantaran sudah sejak lama menderita sakit. Sehingga korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” tandasnya. ***
Berita Terkait
-
Gempa Cianjur Makan Korban Ratusan Orang, Dedi Mulyadi Minta Pemerintah Setempat Evaluasi Konstruksi Tata Ruang Daerah Puncak
-
Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terbatas di Tenda Pengungsian Korban Gempa Cianjur, Bahas Ini!
-
Perempuan dan Anak Rentan Kekerasan di Pengungsian, KemenPPPA Terjunkan Tim ke Lokasi Gempa Cianjur
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Nilai Kondisi Pola Asuh Anak Sedang Rapuh, Menteri PPPA Sebut Kekuatan Keluarga Jadi Pondasi Negara
-
Harga Emas Mulai Tekan Para Pengusaha Perhiasan
-
Jawaban untuk Gong Xi Fa Cai yang Sopan dan Tepat, Ini 20 Contohnya
-
Jangan Sajikan 5 Makanan Ini saat Imlek, Ini Maknanya
-
Apakah BPJS Kesehatan Bisa Digunakan di Mana Saja? Ini Penjelasannya
-
Gelombang Dukungan untuk Gus Yaqut: Ansor Jabar Tegaskan Solidaritas Hadapi Kasus Kuota Haji
-
Thom Haye Absen di FIFA Series, Jordi Amat Bisa Jadi Jawaban untuk Lini Tengah John Herdman
-
Masih Tidur Seharian Saat Puasa? Kata Dokter Hanya Mitos
-
Mengintip Suasana Ramadan Komunitas Islam Syiah di Pejaten
-
Suzuki Ogah Ikut Perang Harga Meski Honda dan Toyota Mulai Banting Harga