Suara Denpasar – Gempa berkekuatan 5,6 skala ricter yang terjadi di Cianjur Jawa Barat dengan mengakibatkan 268 orang meninggal dunia. Membuat anggota DPRI Kang Dedi Mulyadi ikut prihatin dengan musibah bencana alam tersebut.
Pasca gempa terjadi Senin (21/11/2022), Dedi Mulyadi langsung turun memberikan bantuan kepada sejumlah warga yang berada di daerah Cianjur.
Selain kebutuhan seperti nasi dan makanan siap saji diberikan kepada warga Dedi Mulyadi juga memberikan bantuan obat dan makanan kepada korban gempa.
Melihat banyak korban yang berjatuhan dari meninggal dunia hingga mengalami luka-luka. Pria yang kini digugutan cerai istrinya Anne Ratna Mustika mengaku prihatin dengan duka ini.
Pihaknya tentu menyampaikan duka mendalam kepada seluruh warga Cianjur yang mendapat musibah. Ada saudara, kakak, adiknya, bapak dan banyak hilang dan meninggal dunia. “Kami ikut berbela sungkawa,” kata Dedi Mulyadi.
Yang kedua pasca gempa bumi Cianjur ini, karena dirinya melihat kondisi reruntuhan dan korban di lapangan.
Dedi Mulyadi mengaku situasi reruntuhan sangat mengerikan, kontur bangunan mengerikan dan sangat tinggi. “Kita tahu bersama bangunan daerah puncak semakin naik,” tuturnya.
Yang kedua dari segi kontruksi tata ruang. Ini jadi bahan renungan kita untuk tidak ragu lagi dan kedepan Pemerintah Cianjur melakukan evaluasi kontruksi bangunan itu terutama daerah puncak.
Tidak terus menerus mengambil resiko yang tinggi dengan semakin banyaknya bangunan menuju arah puncak (bukit).
Baca Juga: Bisnis Air Minum Galon Terlalu Untungkan Pengusaha dan Rugikan Masyarakat
Hutan diatas sudah mulai berkurang pohonnya dipakai untuk bangunan, dibawah penuh bangunan, ketika ada air tidak ada resapan, masuk ada guncangan gempa romboh semua. “Ini problem yang dihadapi, saatnya evaluasi,” jelasnya.
“Termasuk pula tidak lagi ada pemasangan baliho-baliho besar pada daerah rawan gempa. Ini juga harus dilakukan evaluasi kedepan,” sambungnya.
Pasca kejadian gempa bumi ini warga atau korban yang paling dibutuhkan adalah suplay makanan siap saji. “Obat-obatan dan mobilisasi ambulans agar korban gempa bisa ditolong,” imbuhnya. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena