Suara Denpasar - Asih Widodo, bapak dari Sigit Prasetyo (Mahasiswa Teknik Sipil Universitas YAI yang jadi salah satu korban tewas di Tragedi Semanggi 1). 24 tahun berjuang demi keadilan atas apa yang menimpa anaknya. Kasus ini baginya dan tentu bagi kita semua sederhana, tindak pembunuhan sistematis yang jadi salah satu bentuk kejahatan kemanusiaan harus dilawan dengan menyeret para pelaku hingga pejabat yang menyuruh adanya tindakan biadab itu. Totalitas tuntutan beliau dapat terlihat dari jargon-jargon yang terbordir di banyak baju yang dikenakan hingga aksesoris pertanda semangat yang terletak pada sepeda motor yang ia bawa hampir di tiap Kamis untuk ke depan Istana, berharap dapat mengetuk hati Widodo yang lainnya.
A luta continua. Hidup korban! Jangan diam! Lawan!
Begitulah bunyi keterangan dalam sebuah unggahan di Instagram @aksikamisan dengan memperlihatkan wajah Asih Widodo dengan membawa poster "24 Tahun Lalu, Anak Saya Dibunuh Tentara".
Asih Widodo juga pernah melakukan aksi protes di Istana Merdeka, Jakarta. Ia protes dengan mengenakan jaket hitam bertuliskan 'Korban Tragedi Semanggi 98' dan foto Sigit Prasetyo dan dirinya.
Helm kuning dengan tambahan tulisan 'Aku Cari Keadilan' juga dikenakan olehnya saat melakukan aksi protes di Istana Merdeka.
Pada potret lain, Asih Widodo menggunakan sepeda motornya dihiasi dengan kalimat protes menuntut keadilan serta menyuarakan isi hatinya yang sedih kehilangan sang putra tercinta.
Anaknya bernama Sigit Prasetyo. Saat itu, Sigit Prasetyo bersama ribuan mahasiswa lainnya berunjuk rasa menolak Sidang Istimewa MPR yang ingin mempercepat proses pemilu pasca Soeharto lengser.
Namun Sigit Prasetyo tertembak oleh aparat bersenjata yang melawan mahasiswa secara represif.
Tragedi Semangi I kala itu menewaskan 17 warga sipil akibat bentrokan dengan aparat masih menjadi duka bagi keluarga korban.
Baca Juga: Pakar Hukum: Pemasangan Palang Besi di Wisata Padi-Padi Penyalahgunaan Wewenang
Tragedi Semanggi sudah 24 tahun berlalu tetapi hingga kini upaya penyelesaian kasusnya untuk memberi keadilan bagi korban dan keluarganya belum ada titik terang.
Keluarga korban masih menuntut keadilan kepada pemerintah sampai hari ini. Sama halnya yang dilakukan oleh Asih Widodo merupakan bapak dari Sigit Prasetyo, salah satu korban tragedi Semanggi.
Aksi Kamisan ke-752 pun di depan Istana Merdeka Jakarta, Kamis (10/11/2022).
Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSSK) dan mahasiswa menggelar aksi memperingati 24 tahun tragedi Semanggi I serta mendesak pemerintah untuk menyelesaikan pelanggaran HAM berat masa lalu. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
5 Pilihan Motor Honda Super Irit, Paling Pas Hadapi Kenaikan BBM
-
Duh, Cupi Cupita Dituduh Tikung Tunangan Orang
-
5 Fakta Gugurnya 3 Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon
-
Oase di Balik Pagar Bandung Zoo: Saat Masalah Kesejahteraan Satwa dan Pegawai Ada Titik Terang
-
Jabat Pjs, Jeffrey Hendrik Siap Kirim Surat ke OJK Lamar Dirut BEI 2026-2030
-
Heboh Aturan Isi Pertalite Dibatasi 50 Liter, BPH Migas Buka Suara
-
Pemerintah Berduka 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Minta Kewaspadaan Ditingkatkan
-
Modal Air Detergen, Komplotan 'Black Dollar' di Meruya Libas Uang WN Korea Rp1,6 Miliar
-
Wamendagri Warning ASN: WFH Bukan Berarti Libur, Pelayanan Publik Jangan Sampai Terganggu!
-
Gagal Kendali di Kecepatan Tinggi: Drama Kecelakaan Truk Air Mineral di Jalur Cimaragas