-
Rudal antipesawat MANPADS menjadi ancaman serius bagi armada udara militer Amerika Serikat sekarang.
-
China membantah keras tuduhan keterlibatan dalam memasok senjata mematikan ke wilayah konflik tersebut.
-
Pakistan memfasilitasi perundingan damai di Islamabad guna mempertahankan kesepakatan gencatan senjata yang ada.
Suara.com - Potensi eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran kini memasuki babak baru yang mengancam efektivitas gencatan senjata.
Keberadaan sistem pertahanan udara portabel atau MANPADS menjadi variabel krusial yang dapat melumpuhkan dominasi udara militer Amerika Serikat.
Dikutip Reuters, senjata ini memiliki kemampuan spesifik untuk menghantam pesawat militer yang beroperasi pada ketinggian rendah dengan akurasi tinggi.
Selama lima pekan pertempuran sengit terjadi, teknologi ini telah membuktikan diri sebagai penghalang utama bagi operasional armada udara.
Kekhawatiran meluas bahwa kegagalan kesepatan damai akan membuat posisi strategis Washington semakin terjepit di wilayah konflik tersebut.
Munculnya alutsista modern ini memicu respons diplomatik yang sangat tajam dari berbagai pihak yang terlibat perselisihan.
Pemerintah China melalui juru bicara kedutaan besarnya di Washington segera memberikan pernyataan resmi guna menepis isu tersebut.
Pihak Beijing menegaskan bahwa segala bentuk laporan mengenai pengiriman senjata kepada kelompok tertentu adalah sebuah manipulasi informasi.
"China tidak pernah menyediakan senjata kepada pihak mana pun yang terlibat dalam konflik. Informasi tersebut tidak benar," tegas pihak China.
Baca Juga: Selat Hormuz Masih Tertutup, Ranjau Laut Iran Ganggu Pasokan Energi Global
Pernyataan ini dimaksudkan untuk menjaga citra diplomasi internasional China di tengah pengawasan ketat masyarakat global saat ini.
Bantahan Diplomatik Pemerintah China
China juga menuntut agar Amerika Serikat segera menghentikan narasi yang dianggap dapat memperkeruh suasana di zona perang.
Tudingan tanpa bukti kuat dinilai hanya akan menciptakan kegaduhan yang tidak perlu saat upaya perdamaian sedang dirajut.
"Sebagai negara besar yang bertanggung jawab, China secara konsisten memenuhi kewajiban internasional. Kami mendesak pihak AS untuk menahan diri dari sensasionalisme dan berharap pihak terkait berbuat lebih banyak untuk meredakan ketegangan," tegas pihak China.
Seruan tersebut menekankan pentingnya menahan diri bagi seluruh aktor negara agar ketegangan di kawasan tidak semakin memuncak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas
-
Guntur Romli Kritik Prabowo Kurban Sapi Pakai Duit Negara: Tak Ada Landasan Syar'i Gunakan APBN
-
Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?
-
Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin
-
Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur
-
Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island Sebar Daging Kurban ke 2.000 Orang, Ini Skemanya
-
Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti
-
AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis
-
Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia
-
MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar