Suara Denpasar - Berembus kabar Park Jaihyun, CEO PT Coution Live Indonesia selaku promotor konser We All Are One ditahan pihak Imigrasi selama dua minggu karena pelanggaran VISA.
Bahkan, foto yang bersangkutan bersama kawan-kawannya sudah mengenakan pakaian oranye, sebagai tahanan.
Namun, yang menjadi pertanyaan publik adalah penyelenggara konser We All Are One, konser online yang sedianya akan digelar pada 10-12 November 2022 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, namun akhirnya batal.
Masih memegang ponsel di dalam tahanan dan asyik bermedsos ria. Bahkan, salah satu kawannya juga dikabarkan sempat kepergok ada di luar. Bukan di tahanan imigrasi.
Menyusul kabar itu, denpasar.suara.com mengecek akun media sosial yang bersangkutan, Jumat (2/12/2022). Isinya tentu mengejutkan ribuan Kpoper yang menuntut pengembalian uang pembelian tiket kepada pihak promotor itu.
Apa bunyinya? "Halo. Halo. Ini Jong-hyuk Shin. Sekarang, 10 skandal saya termasuk saya berada di Indonesia, yang mendapatkan penipuan visa oleh imigrasi, dan telah ditahan selama 2 minggu setelah mereka kehilangan paspornyansebulan yang lalu. Ini adalah situasi di mana kita tidak bisabmemprotes atau mendapatkan pembelaan," sebutnya.
"Jika ada wartawan di Korea dan siapa saja yang bisa menerima bantuan, mohon bantuannya. Awalnya agen yang kami lamar visa berpura-pura menyelesaikan visa kami dan membuat kami bekerja seolah-olah itu terjadi pada kami, dan membuatnkami bekerja.
Sebaliknya, ke imigrasi, mereka menyerahkannkami kepada orang-orang yang bekerja tanpa visa dannmengambil paspor kami.
Agen itu meminta uang sebesar Rsn3-40 miliar dari kami dan dalam proses menghasilkan uangnkami harus mengetahui fakta kriminal, penggelapan, dannpenipuannya.
Namun, karena agen yang mewakili kita, orangnIndonesia, kita tidak bisa melancarkan kontak denganbimigrasi, dan mari kita protes terhadap agen tersebut," tambahnya.
"Agen itu berkolusi dengan imigrasi, menempatkan kita dalam krisis dan bahkan melaporkan ke media. Artikel seperti gambar adalah artikel palsu yang diterbitkan tanpa pemeriksaan fakta.
Kami sadar bahwa kami tidak bisa bekerja on arrival visa dan ingin mengubah visa tetapi kami hanya ditipu olehnagen yang bertanggung jawab atas visa.
Melalui ini, udaranmurni kita tercemar untuk menjadikan teman-teman pecintankpop di Indonesia yang merupakan bintang kpop.
Bagi yangntelah melihat artikel ini, silakan membentuk opini yang tidaknmenyenangkan berdasarkan fakta yang tertulis di atas jika.
Anda melihat artikel yang salah seperti itu," demikian tulisnya dalam akun media sosial. Belum di dapat keterangan resmi terkait ditahannya Jaihyun dari pihak Imigrasi karena tidak diketahui Imigrasi mana yang melakukan penahanan. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan