- PT Bank Syariah Indonesia menggelar RUPST di Jakarta pada 5 Mei 2026 untuk menetapkan pembagian dividen tunai tahun 2025.
- BSI membagikan dividen sebesar Rp1,51 triliun atau Rp32,81 per lembar saham yang mencerminkan kenaikan laba bersih perusahaan.
- Rapat tersebut juga menyepakati perubahan susunan pengurus serta pengangkatan komisaris baru guna memperkuat strategi bisnis perbankan syariah.
Suara.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) resmi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Salah satunya pembagian dividen.
Emiten perbankan syariah terbesar di tanah air ini memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar 20 persen dari total laba bersih atau setara dengan Rp1,51 triliun.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menjelaskan bahwa performa impresif ini ditopang oleh ekspansi pembiayaan yang sehat, peningkatan dana murah (CASA), serta akselerasi transformasi digital yang mendorong efisiensi layanan.
"Fundamental yang kuat juga mendorong kepercayaan masyarakat terhadap BSI. Terbukti dari meningkatnya jumlah nasabah yang pada tahun 2025 mencapai lebih dari 2 juta orang, sehingga total nasabah kami mencapai 23 juta pada akhir tahun," ujar Anggoro dalam paparannya di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Langkah strategis BSI ini menjadi sinyal positif terhadap penguatan fundamental perusahaan di tengah dinamika ekonomi global yang menantang.
Alokasi dividen tersebut membuat pemegang saham dengan kode saham BRIS akan menerima sebesar Rp32,81 per lembar saham.
Angka ini mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana saat itu dividen ditetapkan sebesar 15 persen dari laba bersih atau sekitar Rp1,05 triliun.
Peningkatan ini mencerminkan tren pertumbuhan kinerja keuangan BSI yang konsisten dalam memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan.
Sepanjang tahun buku 2025, BSI membukukan laba bersih yang sangat solid mencapai Rp7,57 triliun. Dari total keuntungan tersebut, sebesar 80 persen atau sejumlah Rp6,05 triliun akan dialokasikan sebagai saldo laba ditahan.
Baca Juga: BSI Jadi Perusahaan dan Bank Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi ISO 56001:2024
Lebih lanjut, Anggoro menyatakan bahwa kebijakan dividen tetap dijalankan secara seimbang untuk memberikan imbal hasil (return) optimal sekaligus menjaga kekuatan permodalan.
Inovasi terbaru BSI juga menjadi sorotan, terutama setelah perseroan kini mengantongi izin ganda (dual licence) sebagai bank syariah dan juga bullion bank (bank emas).
Secara keseluruhan, RUPST menyepakati sembilan mata acara penting, mulai dari persetujuan laporan tahunan, penetapan remunerasi, hingga perubahan susunan pengurus perseroan.
BSI optimis dapat memperkuat peran strategisnya dalam memajukan ekonomi syariah Indonesia serta tetap menjadi pemimpin utama di industri perbankan syariah nasional melalui berbagai strategi bisnis BSI yang inovatif dan berkelanjutan.
Pada saat bersamaan BRIS juga mengangkat sosok baru di jajaran komisaris. Salah satunya adalah Sigit Pramono.
Lalu ada Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis juga diangkat sebagai komisaris di bank syariah pelat merah itu.
Berita Terkait
-
AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham
-
OCBC NISP Tebar Dividen Rp1,03 Triliun, Simak Rincian Hasil RUPST Terbaru!
-
BRI Gelar RUPST 2026, Pemegang Saham Bisa Voting Online via eASY.KSEI, Begini Caranya
-
Permata Bank Bagi Dividen Rp1,226 Triliun hingga Romba Direksi
-
Jelang RUPS, BBRI Dikabarkan Bakal Bagi Dividen Lebih Besar
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya
-
Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar
-
Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan
-
Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya
-
Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele
-
Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029
-
Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK