- Bapemperda DPRD DKI Jakarta menyoroti masalah kualitas, kuantitas, serta ketimpangan akses air bersih dalam pembahasan Raperda SPAM.
- Kerusakan infrastruktur perpipaan yang berusia lebih dari 50 tahun menyebabkan penurunan layanan distribusi air di beberapa wilayah.
- Pemprov DKI Jakarta didesak membentuk regulasi SPAM untuk menjamin distribusi air yang merata, terjangkau, dan berkeadilan bagi masyarakat.
Suara.com - Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta menyoroti ketimpangan akses air bersih di tengah proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Kondisi layanan saat ini dinilai masih bermasalah, karena kualitas air yang mengucur ke masyarakat belum sepenuhnya memenuhi standar kelayakan air minum.
“Sekarang ini problem kita di Jakarta bukan hanya masalah kualitas, tapi kuantitas dan keberlanjutan,” ujar Ketua Bapemperda DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz, Selasa (5/5/2026).
Masalah infrastruktur dituding sebagai biang keladi di balik penurunan kualitas distribusi air kepada pelanggan, seperti yang terjadi di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat.
Jaringan perpipaan yang tertanam di sana, kata Aziz, sudah melampaui batas usia ekonomisnya.
“Umurnya sudah lebih dari 50 tahun,” beber sang legislator.
Di luar urusan teknis pipa, ada juga temuan disparitas akses air bersih antara hunian vertikal mewah dan pemukiman padat penduduk.
“Apartemen-apartemen mudah kalau minta dipasangkan instalasi air bersih. Kampung-kampung kumuh agak sulit, keluhannya begitu,” ungkap Aziz.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun didesak untuk menjadikan masalah-masalah ini sebagai atensi prioritas dalam merumuskan arah kebijakan publik.
Baca Juga: Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
Sebab, keberadaan Perda SPAM nanti diproyeksikan sebagai fondasi hukum untuk menjamin pemerataan distribusi air tanpa memandang status sosial.
“Ini harus dipertimbangkan oleh pemerintah,” tegas Aziz.
Regulasi ini nantinya juga akan mengikat seluruh elemen penyelenggara air, mulai dari BUMD hingga pihak swasta, agar tunduk pada aturan yang berkeadilan.
Proses penyusunan aturan pun dipastikan akan berjalan secara saksama, dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat demi hasil yang tepat sasaran.
“Aturan ini saya kira perlu dapat pembahasan serius, berkualitas, dan melibatkan masyarakat,” kata Aziz.
Selain kepastian hukum, perlindungan terhadap kaum marjinal melalui mekanisme subsidi turut menjadi poin krusial yang diperjuangkan dalam aturan tersebut.
“Berkeadilan air ini, dan juga terjangkau. Air itu hak hidup,” pungkas Aziz.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional