Suara Denpasar- Dedi Mulyadi semakin berani dan terang-terangan menyerang kebijakan yang dia anggap hanya menghabiskan anggaran saja.
Padahal kebijakan itu kata pria yang biasa dipanggil Kang Dedi Mulyadi ini bisa dicarikan solusi sehingga tidak banyak menghabiskan uang negara.
Kang Dedi Mulyadi mencontohkan soal kegiatan pemerintah yang sering menggelar sosialisasi sampai mendatangkan undangan di hotel.
Sebagai mantan Bupati Purwakarta sampai dua periode dia tahu jika kegiatan sosialiasi cukup banyak menghabiskan anggaran.
Bahkan dia memprediksi jika untuk sosialisasi mengundang orang dan ditempatkan di hotel anggaran yang dihabiskan jika dikalkulasi total semua kegiatan sosialisasi bisa habis ratusan juta rupiah hanya untuk sosialisasi saja.
Dia memberikan contoh dengan azaz efektifitas, sosialisasi saat ini bisa dilakukan dengan ranah digital, seperti smart phone dan email, atau via aplikasi pesan lainnya.
"Daripada uang digunakan gak karu-karuan untuk sosialisasi, peraturan, sewanya, sosialisasi habisin uang Rp200 juta, Rp300 juta Rp400 juta, itu mah gak usah, bagiin saja, lewat ini (menunjuk ponsel), sudah zaman klik sini aja, silakan baca peraturan mendagri, silakan menteri perdagangan, ini perpresnya, dikirimin," kata Kang Dedi Mulyadi seperti yang dia unggah di akun KDM Channel belum lama ini dikutip pada Selasa (6/12).
Sosialisasi sekarang kata dia banyak yang digelar di hotel dan harus membayar sewa tempat, konsumsi, dan kebutuhan lainnya.
"Ini dikumpulin lagi, hotel lagi, bayar lagi, sudah punya gedung baru tapi masih sewa," imbuhnya.
Jika pun harus ada pertemuan, bisa dilakukan di gedung pemerintahan daerah sendiri.
Karena itu suami dari Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika ini saat menjabat sudah membangun Balai Yudistira sebagai tempat atau gedung yang representatif untuk pertemuan.
Dengan demikian Pemkab Purwakarta di era dia memimpin tidak lagi harus menyewa hotel.
Tidak jelas kepad siapa kritikan itu dilayangkan, apakah kepada istrinya yang kini menggugatnya cerai atau tidak.
Kang Dedi dan Anne Ratna saat ini tengah dalam perkara gugatan perceraian di Pengadilan Agama Purwakarta. ***
Berita Terkait
-
Sosok Bupati Karawang, Wanita Cantik Yang Dijodohkan Dengan Kang Dedi Mulyadi Usai Digugat Cerai Bupati Purwakarta
-
Dedi Mulyadi Ungkap Kebiasaannya Saat Menjabat Bupati Purwakarta, Tunjukkan Bukti Cinta
-
Dedi Mulyadi Jadi Idola Ibu-Ibu hingga Dijodohkan dengan Desy Ratnasari, Netizen: Ambu Anne Tinggalin Aja Pak
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Publik Tuntut Transparansi Terkait Karut Marut Pengadaan Sarana Pendidikan