Suara Denpasar - Komplet! Ini 5 Menit Pernyataan Thomas Doll Soal Cara Kerja Shin Tae Yong Tangani Timnas Yang Ramai Dibahas.
Pelatih Persija Jakarta sedang "berseteru" dengan Shin Tae Yong soal mekanisme kerja Timnas Indonesia yang mengganggu klub-klub di Liga 1.
Metode pemanggilan pemain dari klub ke Timnas menjadi hal yang keras dikritik karena tak ada komunikasi antara Shin Tae Yong dengan pelatih klub.
Padahal klub lah yang telah mendidik dan melatih setiap pemain tersebut. Bahkan, saat menjalani pemusatan latihan, sama sekali tak ada update kabar kondisi.
Hal itu membuat Thomas Doll khawatir akan pemainnya. Saat liga berjalan, saat ini ada tiga pemain Persija yang menjalani pemusatan latihan Timnas di Bali.
Kritikan Thomas Doll Soal cara kerja Shin Tae Yong tersebut disampaikan melalui akun youtube Persija dengan durasi kurang lebih 5 menit.
Bagi kamu yang belum mengikuti, berikut transkrip lengkap omongan Thomas Doll soal Timnas Indonesia saat ini.
"Saya sebenarnya tidak mau berkomentar tentang ini. Kamu harus ke Bali untuk menanyakan ke pelatih timnas, bukan saya. Saya tidak tahu. itu bukan tanggungjawab saya, jadi saya tidak bisa berkata apa2 di sini.
Semua orang tahu, sangat aneh ketika liga dimulai, para pemain kami malah tidak ada di sini. Mereka sudah banyak berlatih, tapi belum merasakan sama sekali pertandingan.
Baca Juga: WTN Jadi Sasaran Amukan Fans PSIS, Hubungan Coach R dan DDJ Dipertanyakan Usai Tepikan Sesay
Sudah Sekitar 2 bulan mereka tidak ada pertandingan dan sekarang malah harus melakukan pemusatan di Bali.
Semua tim pasti senang pemainnya ada di tim nasional, tapi ini tidak benar karena ini bukanlah ajang yang masuk agenda FIFA.
Begitu pula untuk pemain, pasti mereka akan lebih senang jika bisa berada di sini bersama tim mereka.
Jika kalian memberikan keleluasaan kepada seseorang untuk bisa melakukan hal semacam ini, maka saya tidak bisa berkomentar. (sambil garuk kepala)
Saya pikir banyak pelatih yang juga marah karena selama ini tidak ada orang yang bicara langsung kepada para pelatih di klub.
Mereka hanya melakukan yang mereka mau, mengambil pemain semaunya, tapi tidak ada komunikasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
Terkini
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Penerima PKH Didorong Jadi Anggota Koperasi Merah Putih untuk Tingkatkan Ekonomi
-
Kronologi Abu Janda Diusir dari Acara iNews TV, Berawal Bahas Amerika Serikat
-
Jaksa Tuntut Hukuman Mati ABK Kasus Sabu 2 Ton Minta Maaf, Ngaku Sudah Disanksi
-
Cerita KPK Kejar-kejaran dengan Kadis PUPRPKP Rejang Lebong yang Gendong Tas Isi Ratusan Juta
-
Cara Baru Menikmati Deretan Supercar Eksotis di Jantung Kota Batam
-
IHSG Tergelincir ke 7.389, Konflik Perang Iran-AS Bikin Investor Waspada
-
Warga Iran Dihantui Ancaman Serius, WHO Peringatkan Bahaya Fenomena Hujan Hitam
-
OTT Rejang Lebong, KPK Amankan Bukti Uang Rp756,8 Juta di Mobil Kadis hingga Kolong TV
-
Pasar Pengalaman Wisata Diproyeksi Tembus 342 Miliar Dolar, Atraksi Jadi Daya Tarik Baru Traveler