Suara Denpasar – Kang Dedi Mulyadi kembali bertemu dengan Neng Salma, penjual nasi uduk di Jalan Baru, depan Kantor Samsat Purwakarta. Dalam pertemuan kali ini, suami dari Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika ini sampai 16 kali menyebut kata cantik kepada Neng Salma. Tanda apa?
Kali ini, Kang Dedi Mulyadi bertemu dengan Neng Salma setelah sebelumnya Neng Salma mendapat tantangan membuat ceker mercon dari Kadisdik Purwakarta, Purwanto alias Bos Ipung.
Dia terlihat datang menemui Kang Dedi. Pertemuan itu diperkirakan Kamis (15/12/2022), kerena Kang Dedi bicara puasa. Karena Kang Dedi biasa puasa Senin-Kamis.
Di tempat itu ada Purwanto dan Saepul Bahri alias Om Zein. Ketiganya adalah kawan karib sejak jadi aktivis HMI Cabang Purwakarta medio 1990-an.
Saat bertemu Neng Salma, langsung mengkritik penampilan Neng Salma yang membedaki wajahnya. Dia menyatakan Salma memiliki wajah putih, sehingga tidak perlu diberi bedak.
“Akibatnya adalah muka kamu rusak. Udah punya wajah cantik dikasih budak segala. Kalau nenek-nenek kayak itu (ada perempuan di tempat itu) baru dikasih bedak,” kata Kang Dedi dikutip dari Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel yang tayang Jumat (16/12/2022).
Kang Dedi juga menyatakan agar Neng Salma membiarkan wajahnya tampil alami. Tidak usah di-vermak apa-apa. “Nggak usah apa pun kamu udah cantik,” kata Kang Dedi.
Apalagi sampai pakai tato alis atau sulam alis, Kang Dedi Mulyadi berpesan jangan sampai melakukan itu.
“Jangan dong, udah cantik alami,” kata dia.
Baca Juga: Yessi Semakin Dicibir Gegara Dedi Mulyadi Bongkar Kondisi Rumah: Pantesan Pengen Sertifikat Rumah
Bahkan, mantan bupati Purwakarta ini mengatakan yang suka bedan ini cuma orag Indonesia. Kalau orang Jepang, Eropa tidak. Pakai bedak kalau sudah tua, di atas usia 40 tahun. Apalagi Neng Salma baru berusia 18 tahun.
“Sudah segini saja, ah, sudah alami udah cantik. Udah gini aja cukup cantik,” ucap pria 51 tahun ini.
Jadi, saat Neng Salma baru datang bertemu Kang Dedi itu, dia masih mengenakan bedak. Bahkan, Kang Dedi sampai menyuruhnya mencuci muka untuk menghilangkan bedaknya yang menempel di kulit wajahnya.Menurutnya, sesuatu yang sudah alami jangan dirusak oleh barang-barang yang tidak bermutu.
“Anak muda maklum, udah cantik dikasih bedak. Udah cantik alami itu tanpa bedak udah cantik banget dibedak,” terangnya.
Menurut anggota DPR RI ini, kalau masih muda dibedaki menggunakan cream-cream khusus nanti kulitnya rusak. Saat masih muda, jangan coba-coba pakai segala bedak.
“Jangan segala ditempel, nggak boleh. Alami aja,” papar dia.
Menurut Kang Dedi Mulyadi, Neng Salma sudah cantik. Kulitnya putih, hidung mancung, wajah tirus. Sudah seperti orang Korea.
“Orang mau tirus seperti ini mah operasi, ya? Udah cantik alami, udah ya,” kata Kang Dedi.
Kalau pun ada yang perlu dirapikan, Kang Dedi menyebut hanya gigi saja. Dipasangi kawat gigi menurutnya lumrah.
Neng Salma cerita Bos Ipung datang ke tempatnya. Lalu memodali usaha ceker mercon. Yakni ceker ayam yang dipresto dan diberi bumbu pedas. Karena dipresto, maka tulang ceker itu menjadi renyah atau lembut, tidak keras lagi.
Kang Dedi pun memberi wejangan, berjualan itu fokus pada kualitas makanan, bukan kualitas wajah.
“Bukan misalnya karena kita cantik terus orang datang di situ hanya untuk melihat cantiknya. Itu sementara. Itu orang datang karena apa, orang ya cantik juga kan punya orang. Seadanya aja,” tegasnya.
Kang Dedi Mulyadi juga mengatakan, kalau bertemu anak perempuan dia mengecek dapurnya. Apakah bersih atau tidak. Kang Dedi bahkan bilang, anak cantik belum tentu bersih dapurnya. Bisa juga jorok.
“Kita udah beberapa kali ketemu orang yang dianggap cantik, dapurnya jorok,” kata ayah tiga anak ini.
Kang Dedi pun menanyai Neng Salma apakah dia mencuci bajunya, pakaian rapi di lemari, mencuri piring dan seterusnya. Neng Salma membenarkan semuanya.
“Begitu dong, baru sesuai dengan kecantikannya. Yang cantik itu harus sempurna,” terang dia. (*)
Berita Terkait
-
Begini Nasehat Teteh-teteh Cantik Buat Neng Anne dan Dukung Kang Dedi
-
Disuruh Dedi Mulyadi, Purwanto Cerita Neng Salma, Penjual Nasi Uduk Cantik di Hadapan Guru Penggerak
-
Gegara Kang Dedi Mulyadi, Purwanto Temui Neng Salma Si Penjual Nasi Uduk Cantik, Langsung Deal
-
Waduh! Si Cantik Aurelie Moeremans Diraba-Raba Sama Kakek Sugiono Nih, Netizen Malah Senang
-
Sosok Wanita Cantik Ini Dijodohkan dengan Kang Dedi Mulyadi, Bupati Karawang Terus Disebut
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
3 Tablet Android Terjangkau dengan Spek Menarik di Bawah Rp5 Juta
-
6 Olahraga Ringan saat Puasa untuk Jaga Stamina, Tubuh Tetap Sehat Selama Ramadan
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Bukan Hanya Ganti Oli, Motul Ajak Pemilik Motor Tingkatkan Standar Servis
-
Bunga Sartika Mundur Usai Polemik Spill Skincare, Tasya Farasya Disalahkan?
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Isuzu Indonesia Incar Market Share Lebih dari 30 Persen Tahun 2026
-
Di Tengah Ramadan: Sekolah Rusak Direnovasi, Ratusan Siswa Sumatra Kembali Belajar Berkat Donasi Ini
-
Pascal Struijk Lebih Pilih Inggris Ketimbang Timnas Indonesia Andai Gagal Bela Belanda
-
Ketika Seragam Mengaburkan Empati: Tragedi Tual dan Psikologi Kekuasaan