Kenapa Denpasar Selatan lebih longgar dari pada Denpasar Barat dan lainnya? Jawabannya sederhana. Denpasar Selatan itu wilayah pariwisata, di sana banyak hotel-hotel besar yang memiliki lahan luas, dan bukan pusat hunian atau tempat tinggal utama bagi kelas menengah-bawah urban.
Kelas menengah-bawah lebih banyak tinggal di wilayah Denpasar Barat. Di sana juga ada Perumnas tertua di Bali, yang namanya Purumnas Monang Maning. Dari daerah yang dulunya hanya berisi semak-semak belukar dan sawah kering, kini sudah jadi kawasan padat penduduk karena dibangun banyak perumahan.
Denpasar Barat juga selain jadi pusat hunian, juga menjadi salah satu pusat jasa dan perdagangan. Asal kamu tahu saja, Universitas Udayana, RSUP Prof Ngoerah (Sanglah), pusat perbelanjaan seperti Matahari Mall, Robinson, Ramayana, dan pertokoan sepanjang Jalan Diponegoro, Jalan Hasanuddin, hingga Pasar Badung dan Kumbasari, semua ada di Denpasar Barat.
Begitu juga sepanjang Jalan Teuku Umar dan Jalan Diponegoro arah Kuta, itu wilayah Denpasar Barat. Nah, bagian barat dari yang disebutkan tadi, itu banyak permukiman penduduk. Banyak developer membangun perumahan, selain penduduk asli di daerah ini.
Kecamatan Denpasar Barat juga bersebelahan dengan Kabupaten Badung, sehingga banyak yang bekerja di Nusa Dua, Jimbaran, Kuta, Seminyak, Canggu dan sekitarnya, memilih bertempat tinggal di Denpasar Barat yang masih lebih murah, daripada Kuta dan sekitarnya.
Sedangkan Denpasar Utara dan Denpasar Timur, ada sebagian yang wilayahnya masuk dalam jalur hijau, dan sawah lahan basah yang masih sebagian dipertahankan jadi daerah pertanian yang sejuk di Kota Denpasar. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Ternyata Penyumbang Terbesar PAD Denpasar Bali Bukan Pajak Hotel-Restoran, Naik saat Pandemi, Apa Itu?
-
Denpasar Kalah Jauh, Ternyata Ini Wilayah Terluas di Provinsi Bali, Para Turis Sampai Demen
-
Nomor 1 Bukan Denpasar, Inilah Daftar Upah Minimum Kabupaten dan Kota di Bali
-
Resmi! UMK 9 Daerah di Bali, Terbesar Bukan Denpasar, Tapi Kabupaten Ini, Terkecil Bangli
-
Mahasiswa dan Masyarakat Denpasar Demo Tolak Pasal Karet Dalam KUHP
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek