Suara Denpasar - Dedi Mulyadi Menitikan Air Mata, Mainkan Kesenian yang Sudah Dilupakan, Apa Itu Tarawangsa?
Di sela-sela kunjungan kerja ke Bali, Anggota DPR RI Dedi Mulyadi bertemu dengan seorang seniman asal Sumedang bernama Kang Maman.
Meski baru pertama kali bertemu, Kang Dedi Mulyadi dan Kang Maman terlihat akrab selayaknya saudara yang kembali dipertemukan.
Sebagai orang dari suku Sunda, Dedi Mulyadi dan Kang Maman memiliki satu keterikatan yakni budaya yang sama. Meski tinggal di Bali, Kang Maman nampak tak melupakan budayanya sendiri.
“Budaya sunda itu luar biasa,” kata Kang Maman, dikutip dari Kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi, Sabtu (24/12/2022).
“Iyah cuman gak banyak dipake, karena lupa sama dirinya (identitas budaya) lebih percaya ke budaya orang lain,” jawab Kang Dedi.
Kang Maman kemudian mengajak Dedi Mulyadi untuk memainkan alat musik khas sunda yakni Tarawangsa.
Di kesempatan itu Dedi Mulyadi pun sampai menitikan air mata. “Ini yang disebut dengan spiritualitas, jadi petikan ini kalau digesek dengan jiwa maka menyayat hati kita dan keluarlah air mata,” ucapnya.
Jadi apa itu Tarawangsa yang membuat Dedi Mulyadi menitikan air mata saat memainkannya?
Melansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, Tarawangsa adalah jenis kesenian masyarakat agraris tradisional di Jawa Barat.
Secara etimologi, Tarawangsa berasal dari tiga gabungan kata yakni ‘Ta’ yang berarti pergerakan, ‘Ra’ yang dalam analogi Mesir berarti api yang agung, dan ‘Wangsa’ yang berarti Bangsa atau manusia yang menempati suatu wilayah.
Tarawangsa ini merupakan kisah kehidupan bangsa matahari. Kesenian ini dimainkan sebagai penyambutan hasil panen padi dan tumbuhan yang sangat bergantung kepada matahari sebagai rasa syukur kepada Tuhan.
Tarawangsa juga memiliki instrumen yang khas yakni dimainkan dengan cara digesek. Namun bentuk alat musik Tarawangsa juga berbeda dari alat musik yang digesek lainnya seperti rebab.
Resonator Tarawangsa ini terbuat dari kayu berleher panjang dengan jumlah dawai 2 sampai 3 utas.
Seiring dengan perkembangan zaman, artefak alat musik Tarawangsa sebenarnya sudah jarang ditemukan lagi, bahkan masyarakat Sunda pun sudah jarang yang mengenal alat musik tersebut. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Ajudan Abdul Wahid Ditahan usai 'Lawan' KPK dengan Gugatan Rp11 Miliar
-
Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed
-
5 Ide Outfit Kantoran ala Song Hye Kyo, Elegan dan Formal Banget!
-
Review Golden Job: Misi Terakhir yang Berujung Pengkhiantan, Malam Ini di Trans TV
-
Cara Menyimpan Songket Mahal agar Tak Dimakan Ngengat, Rahasia Benang Emas Tetap Berkilau
-
Buntut Tamara Bleszynski Tak Dampingi Teuku Rassya di Pelaminan, Mantan Suaminya Dihujat
-
Awas Wajah Rusak! Bareskrim Bongkar 'Pabrik' Skincare Bermerkuri di Bogor, Dijual Murah Rp35 Ribu
-
Anak Presiden Uganda Ancam Erdogan: Kirim Cewek Cantik untuk Saya atau Diplomat Anda Diusir
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran