Suara Denpasar - Laporan mengejutkan bahwa Manchester City telah mengklaim Jack Grealish dan Rafael Leao dari AC Milan telah sepakatan membuat pertukaran yang sensasional.
Dikutip dari SPORT Bible, Leao telah menjadi subjek spekulasi transfer yang intens setelah penampilannya yang luar biasa di Serie A.
Leao dikait-kaitkan dengan kepindahan ke Liga Premier, dengan Arsenal dan Chelsea dianggap tertarik untuk mendapatkan jasanya.
Belum lagi Man City yang merupakan sebagai pengagum berat pemain sayap asal Portugal tersebut.
Pep Guardiola diyakini sangat menginginkan pemain tersebut dan laporan di Italia menunjukkan dia merencanakan langkah luar biasa untuk Leao.
Menurut laporan via Calciomercatoweb, The Blues siap menawarkan Grealish sebagai pengganti Leao.
Grealish yang saat ini berusia 27 tahun, bergabung dengan Man City pada musim panas 2021 dengan harga £100 juta. Tapi dia gagal memenuhi label harganya yang lumayan.
Guardiola siap melepas pemain internasional Inggris itu dalam upaya untuk mendaratkan Leao, yang kontraknya habis pada 2024.
Laporan tersebut ditanggapi AC Milan, bagaimanapun, menyatakan bahwa klub tidak sepenuhnya yakin dengan kesepakatan tersebut karena gaji dan usia Grealish yang tinggi.
Baca Juga: Klasemen Liga Inggris Usai Manchester United Libas Nottingham Forest
Leao tetap fokus di Milan, tetapi tergoda dengan ide bermain di liga lain.
Ditanya apakah Leao ingin mengalami liga yang berbeda, dia berkata: "Ya, di masa depan. Tapi sekarang, saya 100 persen fokus pada Milan. Saya berada di klub top dan saya terikat kontrak."
Ketika ditanya tentang papan atas Inggris, dia menjawab: "Saya telah melihat banyak pertandingan tahun ini, saya suka Arsenal, saya pikir mereka bermain sangat baik."
CEO Milan Paulo Maldini berbicara tentang masa depan Leao di tengah berkembangnya spekulasi mengenai masa depannya.
"Dia adalah pemain dengan level tertinggi. Tapi tidak hanya untuk dia, juga untuk orang lain, telah menerima tawaran," ungkapnya.
"Jika mereka tetap muncul, kami harus melihat bagaimana melakukannya bahkan jika kami tidak perlu menjual, akun keuangan kami baik-baik saja. Tapi pemain yang bisa dijual sekarang sudah tidak ada lagi." ucap Maldini. (Rizal/*)
Berita Terkait
-
Balada Manchester United Ditikung Liverpool Ihwal Transfer Cody Gakpo, Bukan Pertama Kali
-
Tak Mau Tinggal Diam, Mikel Arteta Minta Rekrut Pemain Shakhtar Donetsk Seharga 65 Juta ini ke Arsenal
-
Disebut Ingin Gaet Eks Pemain Paris Saint-Germain, PSS Sleman Bidik Kapten Timnas Indonesia Di Piala AFF dan Top Skor Liga Malta
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?