Suara Denpasar - Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana menyatakan, semua kasus yang ditangani oleh kejaksaan negeri dan tinggi di seluruh Indonesia. Ini sudah barang tentu dilakukan monitoring dan evaluasi oleh Kejaksaan Agung.
Begitu juga dengan kasus dugaan penyalahgunaan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) di Kampus Universitas Udayana (Unud) yang ditangani penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.
Kasus yang menjadi perhatian luas publik di Pulau Dewata karena terjadi di institusi pendidikan tinggi dan pertamakali di Indonesia.
"Semua perkara di monitoring. Dari (perkara yang ditangani) Kejati dan Kejari. Semua dilaporkan secara administratif. Kalau lama tentu Kejaksaan Agung akan turun untuk supervisi," paparnya ketika disinggung soal monitoring dan evaluasi kasus dugaan penyalahgunaan SPI Unud yang ditangani Kejati Bali, Selasa 10 Januari 2023. "Apa penyebab kasus ini berlarut tentu kami evaluasi," imbuhnya.
Monitoring dan evaluasi sebuah perkara yang ditangani kejaksaan di Indonesia, aku dia, memang secara administratif dilaporkan ke Kejaksaan Agung. Di mana, Jampidsus memiliki aplikasi untuk pelaporan tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya Masyarakat Anti Korupsi Indonesia atau MAKI juga terus memonitor perkembangan kasus ini.
Boyamin Saiman, Ketua MAKI juga merasa heran sampai saat ini belum ada pengumuman tersangka oleh Kejati Bali.
Sebab, berdasar pengamatan dan telaah yang dilakukan, harusnya kasus ini sudah bisa selesai dengan cepat. Mengingat, gelar perkara sudah dilakukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, pada Jumat, 21 Oktober 2022.
Di mana penyelidik berkesimpulan meningkatkan penanganan SPI atau uang pangkal Mahasiswa baru Universitas Udayana seleksi jalur mandiri Tahun Akademik 2018/2019 sampai dengan Tahun Akademik 2022/2023 ke tahap penyidikan.
Baca Juga: Kasus SPI Unud, Sabar Bro? Tinggal Tunggu Ahli, Monitoring Kejagung
"Mestinya sudah ada tersangka," sentil dia. "MAKI memantau dan mengawal kasus SPI Unud dan meminta proses bisa berjalan dengan cepat dan transparan karena menyangkut biaya pendidikan," tukasnya saat itu. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Polda Metro Jaya Minta Massa Demo 27 Agustus Besok Tak Rusak Fasilitas Umum
-
Gara-gara Ledakan AI, Kabel Laut Yang Dibangun 5 Tahun Habis Dalam Setahun
-
Hindari Macet! Ini Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Saat Demo 27 Agustus
-
Bobotoh Bisa Nonton Persija vs Persib di GBK? ILeague Singgung Demo Jakarta
-
17 Tersangka Karhutla Sumsel Diproses, Lalu Bagaimana dengan 545 Hotspot di Konsesi?
-
Proses Hukum Febrie Adriansyah Dinilai Cederai Keadilan Prosedural
-
Inul Daratista Tegas Tolak Tawaran Masuk Politik: Takut Jadi Umpan Politik dan Tumbal Keadaan
-
Koalisi Ojol Nasional Tegaskan Tak Ikut Demo 27 Agustus: Driver Harus Waspadai Hoaks
-
Kaltim Masuk 10 Besar Nasional Provinsi Rawan Karhutla
-
Ratusan Kepala SPPG Dipecat, 455 Dapur MBG Ditutup