/
Kamis, 12 Januari 2023 | 21:12 WIB
Ungkapan hati Maula Akbar di tengah gugatan cerai Ambu Anne atas Dedi Mulyadi. (Youtube Purwanto Channel/ IST)

P: Dengan kondisi seperti ini, embu sama ayah itu lagi proses (gugatan cerai), Aa menyikapinya seperti apa?

MA: Kalau saya sih menyikapinya seperti ini aja, Bos. Tugas saya sebagai anak adalah bagaimana saya bisa membanggakan orang tua saya. Jadi bagaimana orang tua itu bisa bangga terhadap saya. Cuman dengan memang adanya kondisi seperti ini hari ini, saya rasa, saya sangat yakin mereka memilih jalan yang terbaik.

P: Ada perasaan kok gini, kok gitu?

MA: Saya rasa gini sih, Bos, ya, yang namanya orang tua pasti lebih paham dan lebih berpengalaman daripada kita sebagai seorang anak. Saya rasa apapun yang memang beliau semua lakukan itu kalau memang jalannya yang terbaik, ya, saya pasti mengikuti.

P: Apapun, walaupun sampai nanti harus berpisah?

MA: Betul. Karena kalau pun saya nggak ngikutin terhadap keputusan beliau semua, otomatis saya juga sebagai anak ada hal yang berarti masa anak melawan orang tua. Apa pun karena saya dididik oleh Ayah secara militer, dikarenakan Ayah memang Bapak Mi (ayah Dedi Mulyadi, Sahlin Ahmad Suryana, red) kayak gimana gitu kan. Makanya itu kan istilahnya garis 1 komando tuh. Kalau memang sudah putusan A, ya, saya ikuti.

P: Jadi harapan Aa (atas) apa yang sedang terjadi (gugatan cerai) sekarang gimana?

MA: Semoga menjadi yang terbaik apa pun pilihannya.

P: Harapan buat ayah?

Baca Juga: Ternyata Diana Limbong, Pacar Maula Akbar, Kakak Kades yang Bela Dedi Mulyadi saat Dituduh Pencitraan

MA: Sama, yang terbaik untuk menjadi pilihan.

P: Harapan untuk embu (Anne Ratna)?

MA: Sama. Karena kan perkataan itu adalah harapan untuk dua-duanya. Yang penting yang terbaik untuk mereka.

P: Harapan untuk saudara-saudara, Nyi Hyang sama Yudistira?

MA: Yang namanya darah daging itu tidak bisa terpisahkan apapun kondisinya. Mau ada perpisahan, mau ada apa pun ceritanya, ya, kita tetap semuanya darah dagingnya, itu tidak akan bisa terlepas sampai kapan pun.

Demikian percakapan Purwanto atau Bos Ipung dengan Maula Akbar, anak sulung Dedi Mulyadi. ****

Load More