Suara Denpasar - Rapat Paripurna ke-3 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan I, Tahun Sidang 2023 di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Bali telah digelar kemarin, Selasa, (30/1/2023) siang.
Sidang itu membahas tentang laporan dewan terhadap pembahasan raperda tentang rencana tata ruang wilayah Provinsi Bali tahun 2023-2043, sikap atau keputusan dewan dan pendapat akhir kepala daerah atau sambutan Gubernur.
Rapat paripurna ke-3 DPRD Provinsi Bali masa persidangan I tahun 2023 itu tampak hening saat Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan sejumlah kebijakan, termasuk menetapkan tanggal 29 Januari sebagai peringatan Hari Arak Bali.
Terkait hal itu, Koster mengatakan penting untuk ditindaklanjuti mengingat Arak Bali telah memiliki legalitas formal yaitu peraturan Gubernur (Pergub) Bali nomor 1 tahun 2020.
Selain itu, Koster mengatakan pada Oktober tahun 2022 lalu, Arak Bali telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia dan juga telah ditetapkan sebagai kekayaan intelektual komunal masyarakat Bali.
"Jadi sudah sangat kuat dia, warisan budaya tak benda dan telah ditetapkan sebagai kekayaan intelektual komunal," ucap Gubernur Bali, Wayan Koster.
Lebih lanjut kata dia, untuk memperjuangkan Arak Bali jadi warisan budaya itu tidak mudah kalau tidak diupayakan di pemerintah pusat untuk meloloskan Arak Bali.
"Astungkara lolos, jadikan warisan budaya tak benda Indonesia untuk produk Arak Bali tidak mudah, yang lain belum baru Arak Bali yang telah ditetapkan menjadi pengetahuan tradisional sebagai warisan budaya tak benda, tepuk tangan untuk Arak Bali," ujar Koster memecah keheningan para anggota dewan yang sedang menyimak pemaparannya.
Koster menjelaskan, saat ini Arak Bali sudah berkembang menjadi satu industri yang sudah bisa diperdagangkan secara legal oleh IKM (industri kecil menengah) dan UMKM (usaha mikro kecil menengah) dan koperasi di Bali.
Baca Juga: 7 Pernikahan Artis Selama Januari 2023, Ada Deva Mahenra dan Mikha Tambayong
"Sehingga sekarang tadinya dilarang diproduksi dan diperdagangkan sekarang sudah bisa diproduksi dan diperdagangkan secara legal. Dalam waktu hanya 2 tahun sekarang ini Arak Bali sudah menjadi produk yang demikian cepat berkembangnya, sekarang memiliki 32 produk yang kemasannya sangat bagus."
"Dan produk-produknya ini, sudah diperiksa oleh Badan POM, mendapat izin edar dan juga sudah mendapat pita cukai. Sekarang ini produk Arak Bali sudah dipasarkan oleh hotel-hotel bintang 5 berkelas dunia, tidak hanya di Bali tetapi juga dipasarkan oleh jaringan hotel-hotel itu di Indonesia dan di luar Indonesia," tambahnya. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih
-
Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000
-
Panduan Lengkap Piala Dunia 2026: Format Baru 48 Tim, Jadwal, dan Pembagian Grup
-
Timnas Uzbekistan Mau Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Fabio Cannavaro Panggil 40 Pemain
-
Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I
-
Tuhan Ada di Hatimu: Menemukan Islam yang Ramah Bersama Habib Ja'far
-
BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun, Solusi Cicilan Rumah Lebih Ringan
-
6 Sunscreen Moisturizer SPF 50 Sat Set untuk Busy Morning, Diperkaya Collagen dan Ceramide
-
Dirasuki Roh Wanita Joseon, Ini Karakter Lim Ji Yeon dalam My Royal Nemesis
-
Kisah Petani di Klaten Menghidupkan Kembali Tanah demi Bertahan dari Krisis Iklim