Suara Denpasar - Memiliki seorang bayi setelah menikah merupakan salah satu momen yang paling membahagiakan bagi pasangan suami istri.
Bahkan ada beberapa perayaan yang dilakukan jika seseorang melahirkan seorang bayi.
Seperti sebuah desa di India yang melakukan tradisi unik menyambut kehadiran seorang bayi. Desa tersebut bernama Piplantri.
Tradisi yang dilakukan di desa Piplantri adalah mewajibkan menanam 111 pohon jika seorang bayi perempuan lahir.
Hal tersebut dilakukan demi menyambut dan merayakan seorang bayi penduduk desa yang telah bertambah.
Tradisi unik itu akhirnya membuat desa Piplantri menghebohkan dunia internasional.
Karena menanam 111 pohon dianggap merupakan hal yang tidak mudah dilakukan.
Tetapi penduduk desa tersebut sanggup melakukannya demi menghormati bayi perempuan yang telah lahir.
Seperti dikutip The Guardian, tradisi tersebut pertama kali digagas oleh mantan kepala desa Piplantri, Shyam Sundar Paliwal.
Baca Juga: Mikha Tambayong dan Deva Mahenra Nikah Beda Agama, Benarkah Tanda Penyelundupan Hukum?
Awal mulanya, putri Paliwal pada saat itu meninggal di usia 16 tahun.
Untuk menghormati putrinya yang meninggal tersebut, Paliwal pun menanam sebuah pohon.
Pohon tersebut dianggap sebagai simbol duka cita mendalam bagi Paliwal kepada putrinya.
Sejak saat itu, tradisi menanam 111 pohon dilakukan untuk menyambut setiap bayi perempuan yang baru lahir.
Selain itu, desa Piplantri juga memiliki tradisi unik yang lain yaitu pihak keluarga yang melahirkan bayi perempuan juga diwajibkan memberi dana 500 dolar atau sekitar Rp 7 juta kepada pihak desa.
Hal itu dilakukan sebagai dana bagi masa depan sang bayi perempuan tersebut.
Tidak hanya itu, uang yang diberikan itu juga merupakan simbol bahwa bayi perempuan yang lahir bukanlah sebuah beban bagi keluarga.
Imbas dari tradisi tersebut, wilayah Desa Piplantri diketahui memiliki wilayah hutan yang luas karena setiap tahunnya 60 bayi perempuan pasti lahir di desa tersebut.
Hal itu berarti, desa tersebut telah menanam hampir 7000 pohon untuk merayakan kelahiran bayi perempuan. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Mantan Pelatih Mendadak Muncul Usai PSIS Semarang Ditekuk Persib Bandung, Nama Yoyok Sukawi Disenggol Suporter
-
Bunda, Ini Lho Hal yang Harus Diperhatikan Saat Pilih Popok Si Kecil Agar Terhindar dari Risiko Ruam Popok
-
Viral Ibu Melahirkan di Pos 3 Pendakian Gunung Slamet, Warganet: The Real Anak Gunung
-
Geser China, India Jadi Negara Penduduk Paling Banyak Di Dunia, Jumlah Warganya Tembus 1,4 Miliar
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular