/
Rabu, 08 Februari 2023 | 20:47 WIB
Hamil, Pelajar di Denpasar Dibunuh Pacar karena Minta Dinikahi (IST)

Suara Denpasar – Nahas dialami pelajar SMK berinisial NMDS (16) di Denpasar. Dia tewas di tangan sang pacar karena hamil. Karena hamil ini pula, dia minta sang pacar menikahinya hingga membuat sang pacar membunuhnya.

Pelaku pembunuhan adalah seorang pemuda I Kadek Juniarta (18). Pembunuhan berlangsug  di rumah Juniarta di Jalan Gunung Batur Gang Carik III Nomor V, Pemecutan Denpasar Barat, Denpasar, Bali, Selasa siang (7/2/2023).

Kapolresta Denpasar, Bali Kombes Bambang Yugo Pamungkas pun membeberkan, sebelum terjadi pembunuhan, korban NMDS datang ke rumah Juniarta, Selasa sekitar Pukul 13.00 Wita (7/2/2022). 

Pada siang bolong itu, Juniarta pun mengajak sang pacar ke kamarnya. Pasangan ini pun “tempur” di kamar tidur. Padahal, saat itu, NMDS dalam kondisi hamil.

Setelah hubungan badan tuntas, NMDS pun meminta sang pacar untuk memberi tahu orang tua pelaku dan korban tentang kehamilannya. Maksudnya, korban, agar dinikahkan sekalian.

Bukannya menuruti permintaan sang pacar, I Kadek Juniarta justru merencanakan niat jahat membunuh NMDS.

Saat akan pulang ke rumah, Kadek Juniarta langsung menjerat leher NMDS dengan selendang dari belakang sampai terjatuh. 

"Pelaku mencekik leher korban hingga pingsan," kata Kombes Bambang Yugo Pamungkas dalam konferensi pers di Mapolsek Denpasar Barat, Rabu (8/2/2023) sore.

Setelah NMDS pingsan, Juniarta membawa pacarnya itu ke ruang tamu. Tak berhenti di sana, dia makin kalap dan mengambil selendang tadi untuk menjeratkan leher korban lagi hingga tewas.

Baca Juga: Usai Berhubungan Badan, Pelajar SMK di Denpasar Dibunuh Pacar karena Hamil

“Kemudian menjerat leher korban dengan menggunakan selendang hingga korban meninggal,” jelasnya.

Setelah korban tewas, Juniarta membawa tubuh sang pacar ke gudang dan meletakkan korban dengan posisi duduk. Lalu, dia pergi mengantarkan nasi ke warung ibunya.

Pada petang hari, sang kakak datang dan melihat adanya orang tewas di gudang rumahnya. Dia menelepon sang ibu. Juniarta segera pulang dan mengakui telah membunuh pacarnya karena hamil minta dinikahi.

“Motifnya adalah pelaku kesal dan marah karena korban terus minta pertanggungjawaban untuk dinikahi karena sudah hamil,” jelas Kombes Bambang. (*/Aryo)

Load More