Suara Denpasar - Konflik antara warga dengan pengelola Pasar Ciasem, Subang, terjadi. Hal ini tak lepas dari jalan atau akses warga yang belakangan menyempit buntut perluasan pasar.
Buntut polemik itu, warga pun mengadu ke Dedi Mulyadi selaku anggota DPR RI.
Atas aduan warga, Kang Dedi pun mengecek kondisi di pasar tersebut.
Selain berdialog dengan warga, mantan bupati Purwakarta dua periode itu juga berbincang-bincang dengan pengelola pasar untuk mengetahui duduk perkara kasus ini
"Minggu lalu saya kedatangan warga yang mengatakan jalur milik warga digunakan untuk sarana pasar," tanya Kang Dedi pada pengelola pasar seperti dikutip denpasar.suara.com dari kanal youtubenya, Jumat 10 Februari 2023. "Ini patok dari BPN," ungkap warga yang begitu ramai memberikan masukan kepada Kang Dedi.
Ungkap warga, pembangunan pasar itu juga tidak mendapat persetujuan dari warga. Hingga akhirnya jalan menyempit dari awalnya enam meter.
"Gak ada persetujuan apa-apa ke warga. Bahkan pasar sudah melebihi yang seharusnya 6.180 meter persegi setelah diukur ulang jadi 6.200 sekian meter persegi. Dulu ini truk bisa keluar masuk, sekarang hanya bisa mobil kecil dan motor," sahut warga.
Tak hanya mendengar keluhan warga, Kang Dedi juga mendengarkan penjelasan dari Humas Subang.
Pihak Humas mengatakan bahwa pembangunan sudah berdasarkan data lahan yang menjadi aset pemerintah.
Jadi dalam kasus ini sebenarnya selain terjadi penyempitan lahan. Ada juga penyerobotan lahan pemerintah untuk bangunan.
Nah, menanggapi beragam penjelasan itu. Kang Dedi meminta semua pihak untuk mematuhi aturan yang berlaku.
Tentu, bangunan yang menyerobot fasilitas umum juga harus ditertibkan. Dia juga mengingatkan pengelola pasar untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Sebab, dari pengamatannya masih banyak jalan yang becek dan sampah berserakan. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar