/
Sabtu, 11 Februari 2023 | 14:10 WIB
Daviatul Umam, penjaga Warung Madura yang buka 24 jam. (Youtube Daviatul Umam)

Suara Denpasar – Saat ini sudah tersebar di berbagai kota Indonesia warung kelontong Madura yang buka 24 jam nonstop setiap hari. Termask di Bali. Berdasarkan pengalaman penjual, ternyata ada juga model pembeli yang nakal yang patut diwaspadai.

Saat ini warung Madura memang sudah menjadi fenomena unik di perkotaan. Warung-warung ini bertebaran, mengalahkan jumlah tukang cukur Madura atau sate Madura.

Bahkan, di sejumlah kota besar yang padat penduduk, keberadaan warung Madura satu sama lain sudah berimpitan. Mereka sangat dekat.

Di tengah fenomena ini, ada juga cerita-cerita dari para pengelolanya. Seperti diungkap Daviatul Umam, seorang karyawan atau penjual di Warung Madura yang ada di Tangerang.

Meski menyadari pembeli adalah raja, Daviatul menyatakan ada saja “raja” yang ngeselin. Tipe pembeli yang ngeselin dia bagi dalam tiga tingkat: 1, 2, dan tiga. Atau tingkat rendah, sedang, hingga tingkat berat atau berbahaya.

Tingkat rendah ini contohnya menggenakan tangan kiri, manjanya minta ampun seperti minta plastik meski barang belanjaannya secuil, hingga tidak mau turun dari motor lalu memanggil dan meminta barang yang dibeli diantarkan.

“Ada juga yang manggil-manggil dari sana (dari luar toko) tanpa turun dari motornya. Dan barang yang dibelinya minta dianterin ke sana. Parah, ya?” ucapnya lantas tertawa dikutip dari Youtube Daviatul Umam, Sabtu (11/2023).

Berikutnya, yang tingkat kedua, juga bikin ngeselin. Tipe pembeli ini sering menyanggah soal harga dengan mengucap kata “bukannya”.

“’Bang, beli rokok’. Saya ambilin. ‘berapa, Bang?’. 16 (ribu). ‘Bukannya 15 (ribu)?’ Saya berpikir, kata ‘bukannya’ itu berpatokan ke mana coba?” kata dia lalu tertawa kecil.

Baca Juga: Warung Madura 24 Jam Bikin Tajir-Bangun Rumah Mewah, Ini Tipe Pembeli yang Ngeselin Menurut Penjualnya

Nah, ada juga tipe pembeli yang tingkat berat. Tingkat ketiga ini, menurut dia cukup berbahaya.

“Ini pembeli nakal papan atas,” katanya.

Menurut dia, tipe pembeli ini tukang tipu. Contohnya pembeli bensin. Sekadar diketahui, biasanya Warung Madura ini juga jualan bensin yang disebut Pertamini.

Nah, setelah bensin dituangkan ke sepeda motor, sang pembeli ini tidak langsung membayar, lalu pergi dengan alasan macam-macam bilangnya sebentar akan kembali. Akan tetapi tidak kembali.

“Sering banget saya ketipu orang seperti itu,” paparnya.

Bahkan, tipe pembeli yang menipu ini biasanya menitipkan barang atau surat-surat motor dengan alasan tidak membawa uang cash.

Load More