Suara Denpasar - Hari Nur Yulianto benar-benar memperlihatkan kelasnya sebagai pemain berpengalaman di PSIS Semarang setelah hampir satu musim dirinya tidak diberikan kesempatan sebagai pemain kepercayaan pelatih.
Bisa dikatakan dibawah bayang-bayang Carlos Fortes, dirinya hanya dijadikan sebagai pilihan kedua opsi striker Mahesa Jenar setelah kepergian Bruno Silva.
Namun pada lanjutan Liga 1 ketika PSIS Semarang harus melawan Dewa United, Hari Nur Yulianto menunjukkan kualitasnya sebagai pemain senior dikubu PSIS dengan torehan dua golnya.
Hampir mencetak Hattrick, pria asal Kendal Jawa Tengah tersebut bersyukur karena telah bisa mencetak gol lagi bagi PSIS Semarang setelah sekian lama.
"Alhamdulilah, tim bekerja keras, pada pertandingan ini saya bisa mencetak gol lagi, menjadi motivasi bagi saya," ujar Hari Nur usai pertandingan.
Namun ada selebrasi yang menarik dalam pertandingan yang dilaksanakan Senin (13/03/2023) di Stadion Jatidiri Semarang, dengan adanya selebrasi tutup mata yang dilakukan Hari Nur Yulianto.
Ia menutup mata dengan tangannya usai menceploskan bola ke gawang Dewa United. Ia pun memberikan jawaban monohok dengan mengaku sengaja melakukan selebrasi itu, hal itu dilakukan untuk menyindir seseorang.
"Biar mereka tidak menutup mata," jawab monohok Hari Nur Yulianto usai pertandingan, dikutip dari laman Suara Semarang. (Rizal/*)
Baca Juga: Selain Main Perempuan, Daus Mini Juga Disebut Tak Hormat ke Mertua
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati