Suara Denpasar - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar menjawab pertanyaan publik terkait masuknya Alat Pelindung Diri (APD) dalam anggaran Pilwali Kota Denpasar pada Pilkada serentak 2024 meski status PPKM telah dicabut.
Ketua KPU Denpasar I Wayan Arsa Jaya menjelaskan, soal wabah covid19 tidak bisa diprediksi. Sehingga masuknya APD dalam anggaran Pilwali Kota Denpasar tersebut sebagai langkah antisipasi.
"Ini adalah langkah antisipasi, karena mengingat situasi saat ke depan tidak bisa kita prediksi. Jadi APD itu meliputi hal-hal atau barang yang berhubungan dengan alat perlindungan diri semisal di TPS ada ember tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker, sarung tangan dan seterusnya," jelasnya kepada denpasar.suara.com, Selasa (28/2/2023).
Kendati demikian, Arsa menambahkan, rancangan anggaran pengadaan APD bersifat fleksibel, tergantung pada situasinya nanti. Artinya, jika tidak terpakai bisa dikembalikan.
"Jadi jika berubah bukan pandemi lagi ini akan disesuaikan. Kami tidak akan bisa belanja APD jika situasinya tidak lagi membutuhkan APD," tambahnya.
Arsa Jaya, memastikan dana anggaran Pilkada 2024 bakal digunakan dengan bertanggung jawab. Mengingat pihaknya mengajak BPKP (Badan Pengawasan dan Keuangan) Kota Denpasar dalam mengawal perbelanjaan KPU Kota Denpasar pada Pilkada serentak tersebut.
"Dalam pembelanjaan semua kebutuhan KPU Denpasar selama ini kita sudah bekerja sama dengan BPKP Kota Denpasar untuk mengawal pengelolaan anggaran yang ada di Kota Denpasar," tutup Arsa Jaya. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok
-
Urutan Skincare Wardah Acnederm Pagi dan Malam untuk Atasi Jerawat dan Bekasnya
-
Hampir 40 Persen, Belanja Pegawai Palembang Tekan APBD, Ini Dampak Nyatanya
-
Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT
-
Viral Bocah Berani Naik Kereta Sendiri dari Cikarang - Purworejo, Alasannya Bikin Haru
-
Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi
-
Pemerintah Hemat Rp 130,2 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM
-
Kemenperin: Industri Kimia dan Petrokimia Mulai Terimbas Konflik Timur Tengah
-
ASN WFH Tiap Jumat, Mensesneg Klaim Jadi Momentum Transformasi dan Efisiensi
-
Indeks Kepercayaan Industri Anjlok di Februari, Tapi Masih di Zona Ekspansi