Suara Denpasar - Belum lama ini publik dikagetkan dengan pemberitaan mengenai kasus penganiayaan yang melibatkan anak seorang pejabat pajak.
Menanggapi kasus penganiayaan anak seorang pejabat pajak tersebut, Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Universitas Gadjah Mada (UGM) meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk melakukan reformasi struktural.
Hal ini disampaikan Charris Zubair selaku Ketua Kagama Filsafat. Senin, 27/2/2023, di Kampus UGM Yogyakarta, dirinya mengatakan reformasi struktural diperlukan secara menyeluruh di lembaga Direktorat Jenderal Pajak.
"Kasus itu telah berkembang menjadi sesuatu yang menggerus kepercayaan masyarakat terhadap kantor pajak," kata Charris, dilansir Suara Denpasar dari Antara, Rabu (1/3/2023).
Lebih lanjut, Charris mengatakan, bahwa reformasi struktural secara menyeluruh sangat diperlukan, terutama demi tidak ada lagi ruang bagi pegawai pajak yang menjadi super-kaya dengan cara tidak semestinya.
Selain itu, Kagama Filsafat juga mendorong Kementerian Keuangan agar lebih transparan, serta melakukan pembatasan internal untuk wewenang luar biasa yang dimiliki oleh Ditjen Pajak.
"Kewenangan yang berlebihan cenderung korup, apalagi jika mekanisme pengawasan yang tidak mumpuni dan tidak transparan," pungkasnya.
Kemudian berdasarkan persoalan itu, lanjut Charris, Kementerian Keuangan juga harus melakukan perbaikan moral di seluruh lembaga perpajakan.
Misalnya, gaya hidup hedonis yang dipertontonkan oleh oknum pegawai pajak, menurutnya, dapat memicu penurunan kepercayaan masyarakat bagi penyelenggara negara.
"Kagama Fakultas Filsafat menuntut tanggung jawab moral dan tanggung jawab formal dari lembaga negara yang memiliki otoritas, baik di bidang hukum maupun pajak," katanya lagi.
Bahkan Kagama Filsafat, ungkapnya, juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo yang jauh dari kelaziman.
"Kami menuntut Kementerian Keuangan bekerja-sama dengan KPK dan PPATK mengusut semua harta seluruh petugas pajak di Indonesia. Pengusutan ini harus dilakukan secara transparan, dan pegawai pajak yang melakukan penyelewengan harus ditindak secara tegas," tutupnya. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
3 Calon Pemain Naturalisasi yang Kemungkinan Tak Dilirik John Herdman ke Timnas Indonesia
-
Silsilah Keluarga Roy Suryo, Keturunan Keraton Mana?
-
Sinopsis Toy Story 5, Usaha Woody dan Mainan Hidup Lawan Kehadiran Gadget
-
Dicap Terlalu Mahal, TVRI Bongkar Alasan Hak Siar FIFA Rp1,3 Triliun
-
Mobil Listrik Toyota Sekaliber Fortuner Hadir, Harga Mulai Rp300 Jutaan
-
Habisi Satu Keluarga Termasuk Bayi 8 Bulan di Indramayu, Terdakwa Ririn Dituntut Hukuman Mati
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Penghentian Sementara Makan Bergizi Gratis di Kota Depok