Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan akan terus mengawasi dan memastikan agar seluruh pegawainya di Kementerian Keuangan menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pengawasan terkait harta kekayaan di tubuh Kemenkeu tidak hanya dilakukan Sri Mulyani karena adanya kasus penganiayaan anak pegawai pajak. Namun, pengawasan itu sudah dilakukan Sri Mulyani sejak ia kembali pulang ke Indonesia dan dipercaya Presiden Jokowi untuk menjabat kembali Menkeu pada 2016 silam.
"Bahkan (pegawai) yang tidak wajib menyerahkan LHKPN di dalam Kemenkeu, kami tetap mewajibkan mereka menyampaikan laporan harta dan kekayaan," jelas Sri Mulyani dalam acara CNBC Economic Outlook 2023 di Jakarta, Selasa (28/2/2023).
Tak sembarang bicara, bukti pengawasan Sri Mulyani itu terhadap pegawainya terungkap dari data kepatuhan penyerahan LHKPN di Kemenkeu sejak tahun 2017, di mana hampir selalu mencatat 100 persen. Artinya, semua pegawai Kemenkeu telah patut menyerahkan LHKPN ke KPK.
Hasil berbeda hanya ditunjukkan pada tahun 2021, di mana jumlah pegawai Kemenkeu yang melapor LHKPN tidak mencapai 100 persen, atau hanya 99,99 persen. Hal itu disebabkan karena ada satu pegawai Kemenkeu yang tidak melaporkan harta kekayaannya.
Sri Mulyani menjelaskan, pegawai itu tidak menyerahkan LHKPN tahun 2021 karena surat kuasa yang diberikan sempat gagal diproses. Meski demikian, pihak Kemenkeu hingga sekarang masih terus menagihnya.
Sementara itu, KPK telah memberikan deadline atau tenggat waktu bagi seluruh pegawai kementerian/lembaga untuk menyerahkan LHKPN tahun 2022 selambat-lambatnya pada Maret 2023.
Sedangkan khusus di Kemenkeu, Sri Mulyani sudah menginstruksikan agar para pegawainya melaporkan LHKPN lebih awal, yakni pada akhir Februari 2023.
Berdasarkan data e-LHKPN KPK per 28 Februari 2023 pukul 08.42 WIB, sebanyak 97,49 persen atau 31.375 wajib LHKPN di Kemenkeu sudah melaporkan, sedangkan sebanyak 2,51 persen atau 807 pegawai belum lapor. Pada tahun 2022, terdapat 32.183 wajib lapor di kementerian tersebut.
Maka dari itu, Menkeu berharap publik maupun media massa bisa bersabar untuk menunggu data keseluruhan penyampaian laporan LHKPN Kemenkeu dan tidak menilai dari satu sisi.
"Jadi jangan sampai ada yang mengatakan bahwa seolah-olah kami tidak lapor harta kekayaan, semuanya kami punya uang dan punya mobil Rubicon. Itu sangat tidak adil," tandasnya. [ANTARA]
Berita Terkait
-
KPK Usut Hingga Akar Sumber Kekayaan Tak Wajar Rafael Alun: Ternyata Hartanya Tak Sesuai dengan Upah!
-
Farhat Abbas Ngaku Prihatin Ayah Mario Mundur dari PNS: Kenapa Bukan Menterinya Aja?
-
KPK Minta Penjelasan Rafael Alun Soal Harta-hartanya, Surat Sudah Diterima
-
CEK FAKTA: Anies Baswedan Suap Ketua KPK Firli Bahuri Agar Namanya Bersih, Benarkah?
-
Sudah Lewati Fase Koma, David Korban Penganiayaan Keji Mario Dandy Masih Alami Trauma di Kepala
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!
-
Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang
-
Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!
-
Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara
-
Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!
-
KPK Geledah Rumah Ono Surono, Amankan Dokumen dan Barang Bukti Elektronik Kasus Suap Ijon Bekasi
-
Soal Isu Reshuffle Kabinet di Tengah Gejolak Geopolitik, Doli Kurnia: Pak Prabowo yang Tahu
-
Diburu dari Pontianak hingga Penang, The Doctor Otak Jaringan Narkoba Ko Erwin Akhirnya Tertangkap
-
Instruksi Prabowo: Kampus Harus Bantu Tata Ruang dan Perumahan Daerah
-
Respons Krisis Global hingga TNI Gugur di Lebanon, Parlemen RI Inisiasi Kaukus Perdamaian Dunia