Suara Denpasar- Seakan-akan selalu terjadi disetiap pertandingan, kali ini wasit Liga 1 pada pertandingan Bhayangkara FC Vs PSIS Semarang membuat kontroversi baru.
Yakni ptandingan tersebut, ada keputusan dari wasit Armyn Dwi Suryathin yang mengabaikan hand ball Anderson Salles dari Bhayangkara FC.
Kejadian tersebut terjadi saat pemain tengah PSIS Semarang Septian David Maulana mendapatkan bola di tengah lapangan dan memberikan umpan langsung ke Taisei Marukawa.
Dilansir dari Suara Semarang, Taisei Marukawa membawa bola hingga ke dalam kotak penalti. Pemain asal Jepang tersebut kemudian hendak memberikan umpan cut back kepada rekan-rekannya yang menunggu di mulut gawang.
Namun pemain Bhayangkara FC Anderson Sallas melakukan hand ball ketika hendak melakukan blocking terhadap umpan dari Teisei Marukawa.
Secara mengejutkan wasit yang memimpin jalannya pertandingan Armyn Dwi Suryathin tidak menunjuk titik putih.
Bola yang seharusnya melaju ke tengah kotak penalti berbelok arah dan hanya menghasilkan tendangan gawang saja.
Dalam pertandingan tersebut, Anderson Salles mencetak brace alias dua gol dalam satu pertandingan. PSIS Semarang unggul terlebih dahulu di menit 11 dengan sundulan hasil umpan Fredyan Wahyu.
Namun pada akhirnya Bhayangkara FC menang 3-2 atas tamunya PSIS Semarang di Stadion Wibawa Mukti Cikarang pada Rabu (1/3/2023). (*/Dinda)
Baca Juga: Profil Viktor Laiskodat, Gubernur NTT yang Ngotot Instruksikan Sekolah Masuk Jam 5 Pagi
Berita Terkait
-
PSIS Gagal Curi Poin dari Bhayangkara FC, Suporter dan Coach Gilbert Agius Kompak Beri Pujian
-
Pertandingan Persija vs Persib Ditunda, Keamanan Alasan Utamanya?
-
Sayonara! Shin Tae-yong Coret Pilar Persis Solo di Timnas U-20, Sosok Keturunan Milik PSIS Jadi Gantinya, Langsung OTW Uzbekistan
-
Prediksi Persita vs PSS Sleman, BRI Liga 1 Hari Ini: Catatan Pertemuan, Susunan Pemain dan Link Live Streaming
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Sinopsis Film Fuze, Sajikan Thriller Aksi dengan Plot Bom dan Perampokan Rumit
-
5 Potret Gaya Hidup Mewah Vanessa Nabila, Wanita yang Dekat dengan Gubernur Ahmad Luthfi
-
Tren Audio Open-Ear Makin Populer, HAKII Resmi Hadir di Indonesia lewat Blibli
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Bangga Bela Garuda, Cerita Maarten Paes Bawa Semangat Bhinneka Tunggal Ika ke Eropa
-
Kronologi Lengkap Polemik LCC Kalbar yang Viral, dari Protes Josepha hingga Tawaran Beasiswa
-
MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar Minta Maaf Usai Videonya Viral
-
Nalar yang Hilang di Kamar Kos, Menguak Tabir Tragedi 11 Bayi di Sleman
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa