- Pengadilan Tipikor Jakarta menetapkan total kerugian negara sebesar Rp5,2 triliun akibat korupsi pengadaan laptop Chromebook dan perangkat lunak.
- Kerugian muncul karena pengadaan perangkat lunak yang tidak diperlukan serta mark up harga Chromebook mencapai Rp4 juta per unit.
- Majelis hakim memvonis eks konsultan Kemendikbudristek Ibrahim Arief dengan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp500 juta pada Selasa.
Suara.com - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta mengungkapkan total kerugian keuangan negara dalam perkara dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) periode 2019–2022 mencapai sekitar Rp 5,2 triliun.
Angka tersebut terungkap dalam sidang putusan terhadap Eks Konsultan Teknologi Kemendikbudristek, Ibrahim Arief alias Ibam, yang menjadi terdakwa dalam perkara tersebut.
Hakim Anggota Sunoto menjelaskan, kerugian negara timbul dari pengadaan CDM yang dinilai tidak diperlukan serta adanya penggelembungan harga (mark up) pada pengadaan Chromebook.
"Yang secara langsung membuktikan keterlibatan operasional terdakwa dalam aktivasi Chrome Device Management yakni instrumen utama yang menyebabkan kerugian negara USD 44.054.426 yang setara dengan Rp 621.387.678.730," kata Sunoto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Selain itu, majelis hakim juga menemukan adanya selisih harga signifikan pada pengadaan Chromebook yang disebut mencapai sekitar Rp4 juta per unit atau sekitar tiga kali lipat dari harga pasar.
“Secara matematis sederhana menunjukkan adanya mark up sebesar Rp4 juta per unit atau 3 kali lipat dari harga pasar," ujar Sunoto.
Jika dihitung dari total pengadaan sebanyak 1.159.327 unit, kerugian akibat kemahalan harga itu disebut mencapai sekitar Rp4,6 triliun.
Angka tersebut jauh lebih besar dibanding perhitungan dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) maupun hasil audit BPKP sebesar Rp 1,56 triliun.
“Sehingga membuktikan bahwa perhitungan kerugian negara yang menjadi sandaran Penuntut Umum justru bersifat konservatif dan menguntungkan terdakwa,” tambahnya.
Baca Juga: Hilmar Farid: Ada Gap Pengetahuan Antara Jaksa dan Nadiem Makarim di Kasus Chromebook
Dengan demikian, jika digabungkan antara kerugian CDM sebesar Rp621 miliar dan Chromebook sekitar Rp4,6 triliun, total kerugian negara dalam perkara ini mencapai kurang lebih Rp5,2 triliun.
Dalam perkara ini, majelis hakim telah menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada Ibrahim Arief alias Ibam serta denda Rp500 juta subsider 120 hari kurungan.
Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut pidana 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, serta uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan