/
Kamis, 02 Maret 2023 | 17:50 WIB
Alasan Elon Musk Alami Stres karena Artificial Intelligence (AI), Ada Apa? (ANTARA)

Suara Denpasar – Tahun 2022 yang lalu, tepatnya di bulan April. Elon Musk telah menjadi CEO baru bagi Twitter setelah mengakuisisinya dari Jack Dorsey.

Selain Twitter, Elon Musk juga merupakan CEO dari Tesla yang merupakan salah satu perusahaan teknologi terbesar saat ini.

Pada Rabu (01/03/2023) kemarin, ia telah mempresentasikan soal Artificial Intelligence (AI) kepada para analis sekaligus investor Tesla, yang mana ini merupakan program ambisius baginya. Dikutip Suara Denpasar melalui DW.com.

Di sela-sela presentasinya tersebut, ada sebuah robot yang mereka menyebutnya dengan nama Humanoid Optimus dan kemudian ditampilkan dalam video sedang bekerja untuk memanipulasi robot optimus lainnya yang seolah-olah merakit replica dirinya sendiri.

Dengan harapan bahwa teknologi ini dapat diterapkan pada kendaraan agar dapat melakukan kemudi secara mandiri.

Namun, ketika seorang analis bertanya kepada Elon Musk. Ia memberikan jawaban yang menggambarkan sikap yang kurang optimistis.

 “Saya tidak melihat AI bisa membantu kami membuat mobil dalam waktu dekat, kalau itu terjadi, tidak ada gunanya lagi,” respon Elon Musk ketika ditanya soal kelebihan teknologi AI.

”Kita membutuhkan semacam otoritas pengatur atau sesuatu yang bertugas mengawasi perkembangan AI. Pastikan itu beroperasi untuk perkembangan umum. Ini teknologi yang cukup berbahaya. Saya khawatir saya mungkin telah melakukan beberapa hal dalam mempercepatnya," lanjutnya.

Terjawablah sudah alasan di balik rasa stress Elon Musk terhadap Artificial Intelligence.

Baca Juga: Mau Buat Paspor? Simak Syarat hingga Cara Pembuatannya

Ia pun menghela nafas dan menutupnya dengan kalimat, “Yang ini membuat saya stess. Saya tidak tahu harus mengatakan apa.” Dikutip Suara Denpasar, Kamis (02/03/2023). (*/Dinda)

Load More