News / Metropolitan
Rabu, 11 Februari 2026 | 18:38 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto dalam sesi diskusi Balkoters Talk di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/2/2026). [Suara.com/Adiyoga]
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI jamin stok pangan aman jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
  • Sekda DKI pastikan cadangan beras dan daging cukup hadapi lonjakan permintaan.
  • DKI perkuat kolaborasi BUMD jaga stabilitas pangan dan kendalikan inflasi daerah.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjamin ketersediaan berbagai komoditas pangan bagi warga ibu kota tetap aman terkendali menyambut rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026. 

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, memaparkan kesiapan Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD pangan dalam menjaga stabilitas pasokan di tengah ancaman lonjakan permintaan masyarakat. Rangkaian hari besar, mulai dari Tahun Baru Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri, menjadi perhatian khusus guna memitigasi fluktuasi harga di pasar.

"Pemprov DKI Jakarta memiliki tanggung jawab menjaga ketersediaan stok pangan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama menjelang Imlek, Ramadan, dan Idulfitri. Stabilitas pangan dan ekonomi menjadi prioritas utama kami," ujar Uus dalam sesi diskusi Balkoters Talk di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Guna memenuhi kebutuhan pokok warga, stok beras saat ini disiagakan hingga mencapai 182.172 ton. Cadangan ini tersebar di berbagai titik strategis, mulai dari gudang Bulog sebanyak 141.823 ton hingga Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sebesar 40.088 ton. 

Selain itu, stok beras diperkuat oleh PT Food Station Tjipinang Jaya sebesar 8.100 ton, stok HKBN 18.000 ton, serta pasokan dari Perumda Pasar Jaya sebanyak 261 ton.

"Tidak ada alasan bagi Pemprov DKI untuk tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Koordinasi dan soliditas antar-BUMD menjadi kunci,” tegas Uus.

Tak hanya beras, Perumda Dharma Jaya juga telah mengamankan pasokan protein hewani berupa 1.246 ton daging sapi, 435 ton daging ayam, serta 547 ton ikan kembung. Guna melengkapi kebutuhan dapur warga, Pemprov DKI menyiagakan 5,5 ton telur ayam serta 57 ton cabai rawit yang siap digelontorkan ke pasar.

Komoditas bumbu dapur lainnya terpantau aman dengan rincian bawang merah sebanyak 104 ton dan bawang putih sebesar 48 ton. Sementara itu, stok minyak goreng tersedia sebanyak 625 ton dan gula pasir sebesar 437,4 ton untuk memenuhi permintaan konsumen.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta juga terus menggiatkan langkah preventif, seperti penyelenggaraan bazar murah, pengawasan keamanan pangan, hingga kampanye belanja bijak. Sinergi ini terbukti efektif dengan capaian pertumbuhan ekonomi Jakarta yang melampaui angka nasional, yakni di level 5,21 persen.

Baca Juga: IPA PAM JAYA Terbakar! Api Lahap Bak Penampungan Air di Muara Karang, Diduga Akibat Percikan Las

"Dengan keterbukaan, kolaborasi, dan inovasi yang terus diperkuat, kami optimistis kebutuhan pangan masyarakat Jakarta menjelang Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi. Dengan begitu, inflasi tetap terkendali dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga," pungkas Uus.

Load More