- SKK Migas menginformasikan baru satu UMKM yang produksi minyak dari legalisasi 45 ribu sumur rakyat.
- UMKM yang sudah berproduksi adalah PT Batanghari Sinar Energi di Jambi melalui skema BKU Pertamina EP.
- Total 41 badan usaha telah masuk tahapan formal, dengan beberapa lainnya masih dalam proses persiapan kontrak.
Suara.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkap baru satu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memproduksi minyak dari program legalisasi sumur rakyat.
Tercatat dari implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja (WK) untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi, sekitar 45 ribu sumur minyak rakyat dilegalkan.
"Dan sampai hari ini baru satu UMKM yang sudah mengalir minyaknya, yang lain dalam proses," kata Kepala SKK Migas Djoko Siswanto saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Adapun UMKM yang telah mulai memproduksi minyak, PT Batanghari Sinar Energi yang berada di Kabupaten Batang Hari, Jambi. Djoko menyebut UMKM itu telah menekan kontrak dengan PT Pertamina EP melalui skema badan kerja sama usaha (BKU).
Sementara sejumlah UMKM lainnya masih berproses, seperti BUMD PT Petromuba (Perseroda) dan UMKM PT Keban Berkah Energi yang telah mendapat persetujuan lewat Keputusan Menteri ESDM. Kini kedua UMKM tersebut menunggu kontrak dengan Pertamina.
Selain itu, terdapat 3 calon mitra atau UMKM yang telah dikirimkan rekomendasi dan pertimbangan teknis ke Kementerian ESDM. Ketiga badan usaha itu, Koperasi Produsen Batanghari Patra Nusantara, Koperasi Rezeki Bersama Sejahtera, dan BUMD Batanghari Sejahtera.
Lalu terdapat 12 calon mitra yang telah mengirimkan surat pengajuan proposal ke Pertamina dan saat ini sedang dilakukan verifikasi dokumen persyaratan. Djoko menyebut total hingga saat ini telah terdapat 41 badan usaha yang masuk dalam tahapan formal.
Di samping itu terdapat tambahan 14 potensi mitra dengan rincian 11 calon mitra dari Jawa Tengah telah menjalani pelatihan dan proses penyusunan proposal, serta 3 calon mitra dari Jawa Timur masih menunggu persetujuan dari Gubernur.
Baca Juga: Delapan Proyek Berproduksi di 2026, Tambah Produksi Minyak 77.968 BOEPD
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam