/
Kamis, 02 Maret 2023 | 20:50 WIB
Gibran Rakabuming Raka Soal Tren Pejabat Pamer Kekayaan: 'Kita Ini Pelayan' (ANTARA)

Suara Denpasar - Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka ikut menyoroti tren pejabat pamer kekayaan di media sosial.

Putra sulung Presiden Joko Widodo iku yakin jika bawahannya di kota Solo tak memiliki gaya hidup hedon.

"Sejauh ini di Solo tidak ada. Masih wajar-wajar saja, tidak ada yang aneh-aneh," kata Gibran seperti dikutip dari Surakarta.Suara.com, Kamis (2/3/2023).

Menurut Gibran, hal itu bisa terjadi karena pihaknya sudah memberi peringatan sejak awal, bahwasannya pejabat hanya pelayan masyarakat.

Dia melanjutkan, "Dari awal disini sudah ada warning terus, pungli ini itu. Himbauan sama dengan ibu Sri Mulyani jangan bermewah-mewahan, kita ini pelayan."

Kendati demikian, Gibran meminta masyarakat untuk ikut mengawasi gerak-gerik pejabat yang dinilai tak wajar.

"Diawasi saja, bukan hanya saya saja yang mengawasi. Kalau ada yang bermewah-mewahan atau punya aset-aset yang tidak wajar segera laporkan saja," pintanya.

Namun lagi-lagi dia menegaskan bahwa pejabat di kota Solo masih tergolong wajar, tidak seperti yang viral beberapa waktu terakhir.

"Kalau hedonisme, saya kira disini masih wajar- wajar saja. Warga kalau menemukan keanehan ketidakwajaran, laporno wae," tandasnya.

Baca Juga: Ada Botol Vodka di Mobil Rubicon, Mario Dandy Ngaku Minum Beberapa Hari Sebelum Aniaya David

Sementara itu, kekayaan pejabat pemerintah menjadi sorotan usai kasus pegawai Ditjen Pajak Kemenkeu Rafael Alun Trisambodo viral di media sosial.

Presiden Jokowi sendiri menyebut tindakan itu telah membuat rakyat kecewa. Apalagi, pelayanan yang diberikan pejabat pada rakyat belum maksimal.

"Jangan pamer kekuasaan, jangan pamer kekayaan, apalagi sampai dipajang-pajang di IG, di media sosial, itu sebuah, kalau aparat birokrasi, sangat-sangat tidak pantas," kata Jokowi pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Kamis (2/3/2023).

"Saya minta kepada seluruh menteri dan kepala lembaga untuk mendisiplinkan para di bawahnya memberitahu apa-apa yang tidak boleh dan apa yang boleh dilakukan," sambungnya.(Rizal/*)

Load More