/
Sabtu, 04 Maret 2023 | 15:40 WIB
5 Luka Di Masa Kecil Yang Bisa Berdampak Hingga Dewasa (Pixabay)

Suara Denpasar – Tanpa kita sadari, banyak kejadian yang tidak menyenangkan di masa kecil jadi luka dan berdampak pada psikologis seseorang.

Luka itu bahkan, dapat terbawa hingga dewasa dan berdampak pada kehidupan sehari-harinya.

Melansir dari Yoursay.suara.com dari Parentalk.id, ada 5 luka masa kecil yang berdampak hingga dewasa. Apa saja itu? simak ulasannya sebagai berikut:

Perasaan Takut Ditinggalkan

Luka ini bisa saja muncul karena seseorang mengalami perasaan kesendirian yang mendalam dan terisolasi. Meskipun, ada pengasuh yang hadir, namun hal itu tidak bisa sepenuhnya hadir secara fisik maupun emosional.

Hal itu juga membuatnya takut ditinggalkan sendiri saat dewasa. Individu ini akan tergantung secara emosi dengan pasangan dan overprotective terhadap anak.

Takut akan Penolakan

Seseorang yang takut akan penolakan mungkin mengalami luka yang disebabkan oleh perasaan yang tidak diterima sepenuhnya oleh orang tua.

Ia tidak mendapatkan koneksi emosional dan fisik dengan orang tuanya, serta kelakuan dan kemampuan diri kerap diabaikan.

Baca Juga: Rumahnya Berjarak 1 Km dari Lokasi Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Kristina Nangis Minta Doa

Saat dewasa individu tersebut, akan merasa tak layak untuk dicintai, sulit menerima kritik, merasa rendah diri dan berusaha selalu tampil sempurna.

Takut Dikhianati

Hal ini disebabkan oleh tidak ada orangtua yang bisa dipercaya, kerap mendapat kekecewaan dari orangtua atau seseorang yang mengasuh, dan orang dewasa di sekitarnya tidak dapat melindunginya.

Saat dewasa itu akan berdampak pada sikapnya yang tidak mudah percaya dengan orang lain, suka mengontrol, selalu waspada, dan sulit terbuka dengan pasangan.

Takut akan Dipermalukan

Individu yang masa kecilnya dipermalukan akan memiliki ekspektasi tinggi terhadap diri sendiri dan orang lain, sering mengkritik orang lain, tidak menghargai pencapaian diri sendiri dan orang lain, serta kurang berani mengambil resiko.

Hal itu disebabkan karena perasaan yang sering dipermalukan, sering disalahkan, dan merasa tidak pernah bisa memuaskan orang tua.

Takut akan Keadilan

Sikap ini muncul dipengaruhi oleh luka masa kecil yang timbul karena tidak mendapatkan kehangatan dari orang, dituntut tinggi oleh orang tua, serta mendapatkan kekerasan dan tidak diperlakukan secara adil.

Alhasil, individu itu saat dewasa akan bersikap seperti kurang berempati, menuntut diri sendiri, suka mengontrol, dan susah untuk mengakui kesalahan.

Luka masa kecil memang tidak bisa hilang dan akan selalu terkenang. Namun, kita perlu sadari, peluk dan berdamai dengan diri kita sendiri.

Luka yang belum selesai akan berdampak pada masa dewasa dan bisa saja diturunkan ke anak.

Tentu saja, dengan menghentikan luka pada diri sendiri, akan memutus lingkarang luka yang bisa merembet ke orang tersayang di masa depan. (*/Ana AP)

Load More