Suara Denpasar - Berita heboh menyebutkan Jokowi sujud ke Ma'ruf Amin. Hal tersebut karena dirinya terbukti melanggar konstitusi, berita itu sudah tersebar di media sosial.
Presiden dan Wakil Presiden Indonesia memang kerap menjadi perbincangan hangat, isu apa pun tentang mereka selalu jadi perhatian lantaran keduanya adalah orang besar di Republik Indonesia.
Namun tidak jarang juga tersebar isu-isu miring yang mengaitkan nama mereka, lantas apakah isu Jokowi sujud ke Ma'ruf Amin lantaran terbukti langgar konstitusi itu adalah berita benar? Atau hoax?
Berita itu diaebarkan oleh channel YouTube PEJUANG MUDA, dengan judul 'JOKOW1 SUJUD AMPUN-AMPUN PADA MEREKA SEMUA', dilansir Suara Denpasar pada Kamis, (9/3/2023).
Selain itu, pada bagian gambar utama video juga dituliskan 'Terbukti Langgar Konstitusi, Jokowi Sujud Ampun-Ampun Pada Mereka'.
Pada bagian gambar utama terlihat ada Jokowi, Ma'ruf Amin, Din Syamsuddin, dan sederet tokoh lainnya yang perhatiannya sedang tertuju kepada presiden.
Video berdurasi 8 menit itu berhasil menarik banyak perhatian, baru saja diunggah satu hari yang lalu, namun hingga kini sudah 5,4 ribu kali ditayangkan.
Lantas apakah berita tersebut merupakan fakta? Atau hanya hoax belaka? Tim Suara Denpasar melakukan penelusuran terkait berita tersebut.
CEK FAKTA
Baca Juga: 5 Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Stroke di Usia Muda, yuk Terapkan!
Berdasarkan hasil penelusuran, video itu menayangkan penjelasan tentang pro dan kontra isu penundaan pemilu.
Dalam video tersebut sang narator hanya menjelaskan seputar isu penundaan Pemilu yang baru-baru ini sedang hangat diperbincangkan publik.
Sang narator hanya menjelaskan gagasan penundaan Pemilu yang digagas Pengadilan Negeri Jakarta dan sudah sampai ke Mahkamah Konstitusi.
Tidak ada sama sekali video yang menayangkan Presiden Jokowi sujud kepada Wapres Ma'ruf Amin, dan tidak ada sama sekali penjelasan bahwa Jokowi melanggar konstitusi sebagaimana tercantum dalam judul.
Terkait gagasan penundaan Pemilu sendiri, faktanya partai Presiden Jokowi, yaitu PDIP di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri baru-baru ini sudah menegaskan menolak gagasan penundaan pemilu.
Pernyataan tegas PDIP itu disampaikan oleh Hasto selaku Sekjen PDIP di salah satu televisi nasional dan sudah tersebar di berbagai acara berita televisi nasional.
Berita Terkait
-
Yusril Ihza Mahendra: Kemungkinan Pengadilan Tinggi Tak Akan Kabulkan Putusan PN Jakpus Soal Tunda Pemilu
-
Duetkan Ganjar dan Prabowo Saat Panen Raya di Kebumen, Sinyal Kuat Dukungan Jokowi?
-
Perkaya Memori Banding Lawan Putusan PN Jakpus, KPU Minta Masukan Banyak Ahli Termasuk Yusril
-
Resmikan Kawasan Budidaya Udang di Kebumen Senilai Rp 175 Miliar, Jokowi: Ini Bisa Menjadi Contoh yang Baik
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Bank Sumsel Babel Gelar Undian Pesirah 2026, Bidan di Belitang Menang Hadiah Mobil
-
Audit Investigasi Tuntas! Bukti Transfer Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Langkah Nyata PTBA Pulihkan Trauma dan Sekolah Rusak Pascabanjir di Sumatera
-
Sudah Melecehkan, Malah Memukul: Jejak Kriminal Mahasiswa Untirta yang Kini Diusir dari Kampus
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Sidang OTT KPK OKU Bongkar Dugaan Fee Rp3,7 Miliar, Ini Alur Uangnya