Suara Denpasar - Kasus siswa SMK yang dibacok di Bogor kini menjadi polemik masyarakat tentang kasus yang dilakukan anak dibawah umur.
Siswa SMK di Bacok di kota Bogor menjadi perbincangan netizen hingga mengaitkannya dengan UU perlindungan Anak. Diketahui seorang siswa SMK dibacok oleh tiga orang pengendara motor yang melintas di TKP pembacokan.
Hal ini sesuai kronologi yang dikutip dari berita SuaraBogor.id yang berjudul, “Siswa SMK Bina Warga 1 Bogor Tewas Dibacok di Pinggir Jalan”.
Seorang siswa SMK Bina Warga 1 Kota Bogor tewas dibacok di pinggir jalan sepulang sekolah. Pihak sekolah saat ini mendesak kepada polisi untuk mengungkap pelaku pembunuh Arya Saputra (16).
Setelah terjadinya kasus tersebut, banyak netizen yang mempertanyakan UU perlindungan anak. Beberapa netizen menganggap banyak kasus pembunuhan malah dilakukan oleh anak dibawah umur.
“Sumpah sadiss banget sih ini”, tulis akun @kegblgnunfaedh sambil mengunggah foto turut berduka cita terhadap korban.
“UU tentang perlindungan anak harus direvisi kalau bisa dihapus saja karena emang anak² jaman sekarang kelakuan udah sama kaya orang dewasa”, balas @AldimasJimanto2 terhadap postingan sebelumnya.
Netizen pun memberikan kronolog dalam ciutan tersebut, bahwa korban baru saja pulang setelah ujian susulan sekolah.
“Bukan tawuran!, Korban mau balik abis ujian susulan posisi korban mau nyebrang lampu merah nunggu miniarta, tiba tiba pelaku lewat 1 motor 3 orang tbtb nyabet leher belakang korban”, tulis @kegblgnunfaedh.
Baca Juga: Diancam Saat Konser di Malaysia, Vokalis Radja: Meja Ditendang, Kami Mau Dibunuh!
Kasus ini menjadi salah satu kasus pembunuhan yang menjadi perbincangan netizen yang dikaitkan tentang urgensi adanya UU perlindungan anak. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Miris! Nasib Siswi SMP di Wonogiri: Diiming-imingi Uang dan Handphone, Malah Jadi Korban Pencabulan Guru SMK
-
Nasib Miris Siswi SMP di Wonogiri: Diiming-imingi Uang dan Handphone, Malah Jadi Korban Pencabulan Guru SMK
-
Siswa SMK Bina Warga 1 Bogor Tewas Dibacok di Pinggir Jalan
-
Jelang Ramadhan, DPRD Minta Pemkab Bogor Pastikan Sembako Aman Harga Terjangkau
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta