Suara Denpasar – Thomas Doll memberikan tanggapannya terkait kekalahan beruntun yang dialami oleh Persija Jakarta dalam beberapa pekan terakhir Liga 1 2022/2023.
Thomas Doll pun mengakui bahwa tim asuhannya memang tidak menunjukkan performa terbaik seperti yang dirinya harapkan.
Pekan lalu, Persija Jakarta harus mengakui keunggulan Persik Kediri dengan skor 2-0 pada laga yang digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, Minggu (12/3/2023).
Kekalahan tersebut memaksa Persija Jakarta tak beranjak dari peringkat ke-3 klasemen sementara pada pekan ke-30.
Thomas Doll pun mengutarakan unek-uneknya terhadap performa tim Macan Kemayoran yang dinilainya tidak mengeluarkan kualitasnya terbaiknya.
“Untuk sekarang kami memang mempunyai masalah dari segi kualitas serta masalah teknikal pemain,” ucapnya dikutip dari laman resmi klub, Selasa (14/3/2023).
Penyelesaian akhir di mulut gawang lawan dinilai menjadi salah satu poin mengapa Persija tak bisa berbicara banyak dalam beberapa laga terakhir.
Pelatih asal Jerman itu menilai absennya Abdulla Yusuf Helal di lini depan Persija Jakarta menjadi salah satu penyebab tidak berkembangnya permainan tim asuhannya.
Kabar lebih buruk bahkan diterima Persija karena penyerang asing asal Bahrain itu harus dinyatakan harus mengakhiri musimnya lebih cepat.
Baca Juga: Sama-sama Kepala Bea Cukai Hobi Flexing, Beda Nasib Eko Darmanto dan Andhi Pramono Kini
Yusuf baru saja sukses melakukan operasi pengangkatan batu ginjal. Oleh karena itu Yusuf dinyatakan tak bisa lagi membela Persija di sisa laga Liga 1 musim ini.
Sebelum absen, Thomas Doll sangat mengandalkan Yusuf di lini depan Macan Kemayoran.
Pemain tim nasional Bahrain itu pun beberapa kali menjadi penyelamat bagi Persija dengan gol-gol krusial yang diciptakannya.
“Kita semua bisa melihat saat tim ini tidak diperkuat Yusuf. Maka Persija jadi terlihat berbeda,” ucap eks pelatih Borussia Dortmund itu.
Absennya Yusuf membuat Thomas sedikit mengubah gaya permainan tim asuhannya dimana tak membuahkan hasil yang maksimal.
“Memang kami sudah beberapa kali bermain tanpanya, tapi karena sudah lama bermain tanpa komposisi terbaik, kami sekarang berubah seperti ini,” lanjutnya lagi.
Berita Terkait
-
Hasil BRI LIga 1: Barito Putera Permalukan Dewa United di Indomilk Arena
-
Alasan Buruknya Performa Persija Jakarta Versi Thomas Doll
-
Rumor Transfer Liga 1: Rizky Ridho dan Koko Ari Hengkang dari Persebaya? Klub Ini Dikabarkan Jadi Pelabuhan
-
Daftar Pemain Naturalisasi Termahal di Liga 1 Indonesia, Ada "Mesin Penghancur" Shin Tae-yong
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Imigrasi Bogor Ringkus 13 WN Jepang Sindikat Scam Online di Sentul City
-
45 Tahun PTBA: Perkuat Komitmen Kelestarian Lingkungan dan Keselamatan Kerja
-
Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
Sinopsis Drive, Sajikan Teror Live Streaming Tak Terduga
-
BKSDA Sumbar Kembali Bongkar Jaringan Perdagangan Tapir di Pasaman, 2 Pelaku Ditangkap
-
Simpel dan Kaya Khasiat, Ini Menu Takjil Unik dari Kurma
-
5 Model Gamis Remaja Korean Style yang Lagi Hits, Lebaran Jadi Makin Chic
-
Miralem Pjanic Desak Juventus Rekrut Bernardo Silva Jika Gagal Dapatkan Tonali
-
MTF Market 'Fasting Forward', Ada Cashback 50 Persen dan Hadiah Menarik dari Transaksi QRIS
-
WN Malaysia Dideportasi Imigrasi Ponorogo Ulah Overstay 15 Tahun, Ibunya WNI