Dalam video itu sama sekali tidak dibahas soal isu pembasmian FPI baru yang akan dilakukan oleh Presiden Jokowi dengan mengerahkan 10 juta personel TNI Polri.
Jangankan bukti yang kuat dan valid, atau sumber yang kredibel, pembahasan tentang judul berita yang dicantumkannya itu saja tidak ada sama sekali.
Jadi, berita itu merupakan penyesatan, penipuan, pembohongan dan bersifat provokatif.
Dilihat dari akun instagram @jokowi, tidak ditemukan indikasi atau informasi apapun tentang isu Jokowi kerahkan 10 juta personel TNI Polri untuk basmi Ormas FPI baru.
Video itu juga menayangkan sedikit potongan pidato Presiden Jokowi soal falsafah bangsa, yaitu Pancasila dan organisasi masyarakat atau Ormas.
"Negara Pancasila itu sudah final, tidak boleh dibicarakan lagi, kalau ada yang keluar dari undang-undang dasar 45, dari NKRI, dari kebhinekaan kita, itu hal yang sangat fundamental sekali, kalau itu ada Ormas yang seperti itu ya kita gebuk (pukul)," ujar Jokowi dalam potongan video itu.
Setelah ditelusuri, faktanya video itu merupakan video pidato lawas Presiden Jokowi lima tahun yang lalu, diunggah oleh channel YouTube CNN Indonesia pada (22/5/2017).
Konteks dari video itu adalah pernyataan tegas Jokowi kepada Ormas manapun yang bertentangan dengan Pancasila, tidak dispesifikasikan kepada FPI, dan bukan dimaksudkan kepada FPI baru sebagaimana diwartakan dalam judul berita yang beredar baru-baru ini oleh channel YouTube SUARA POLITIK.
KESIMPULAN
Baca Juga: Cek Fakta: Irish Bella di Podcast Denny Sumargo, Sampaikan Akan Gugat Cerai Ammar Zoni, Benarkah?
Kebenaran berita itu tidak ditemukan, bahkan tidak didapatkan dari isi video itu sendiri dan dari sumber-sumber yang kredibel, sehingga berita itu dapat dikategorikan sebagai berita hoax. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Pacifiic Bike Bawa Jajaran Sepeda Motor Listrik Baru dan Umumkan Aktivitas Ekspor di IIMS 2026
-
PORSIBA FC Raih Runner Up Liga 4 Zona Sumsel, Torehan Prestasi Lebih Baik dari Musim Lalu
-
Prabowo: Setiap Kali Mau Berantas Korupsi, Kelompok 'Garong' Serang Balik Pakai Kerusuhan
-
Tak Mau Hubungan Cepat Bubar? Pelajari Triangular Theory of Love Ini!
-
Ketika Langit Membunuh Hujan
-
Begini Strategi Telkom Hadapi Disrupsi Teknologi dan AI
-
5 Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada Human Resource hingga I Was A Stranger
-
Di Istiqlal, MUI Ingatkan Perusak Lingkungan Adalah Kejahatan Besar di Mata Al-Qur'an
-
5 Makanan Murah di Pasar yang Bikin Uban Melambat Tumbuh Secara Alami
-
1 Unit Suzuki eVitara Bisa Dapat 3 Unit BYD Atto 1, Apa yang Bikin Istimewa?