/
Rabu, 29 Maret 2023 | 13:45 WIB
BEM Unud Kecam dan Sebut Koster Tak Paham Aturan Karena Tolak Timnas Israel U-20 di Bali (Instagram BEM Universitas Udayana @bem_udayana)

Suara Denpasar - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana (Unud) menyebut Gubernur Bali Wayan Koster tidak paham aturan karena menolak Timnas Israel U-20 bermain di Bali.

Pernyataan itu menyusul batalnya drawing piala dunia U-20 yang sebelumnya sudah dijadwalkan akan berlangsung di Art Centre Denpasar Bali pada Jumat, (31/3/2023) mendatang.

FIFA membatalkan drawing tersebut karena Bali sebagai salah satu Provinsi penyelenggara Piala Dunia U-20 menolak kedatangan Timnas Israel. Penolakan tersebut disampaikan oleh Wayan Koster sebagai Gubernur. 

Alasan Koster menolak Timnas Israel U-20 bermain di Bali karena perbedaan politik luar negeri. Yang menohok pada Israel menjajah Palestina. 

BEM Unud menilai, penolakan Wayan Koster itu terlalu berlebihan dan tanpa dasar yang kuat karena mencampuradukan urusan politik dan Olahraga.  

Apalagi, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zulhair Al-Shun tidak mempersoalkan datangnya Israel di Indonesia.

Dalam pernyataannya Zulhair mengatakan Israel lolos ke ajang ini lewat cara yang sah dan sudah sesuai aturan. Sehingga tidak ada kaitannya dengan suka atau tidak suka terhadap Israel apalagi harus dikaitkan dengan politik.

Untuk itu, melalui laman resmi Instagramnya, BEM Universitas Udayana mengecam tindakan Koster yang blunder itu.

"Kami mengecam sikap Gubernur Bali yang tidak paham aturan dengan menolak Timnas Israel U-20. Karena hal ini akan menimbulkan efek domino, seperti berpotensi dibatalkannya penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di Bali dan Indonesia. 

Baca Juga: Timnas Israel Ditolak di Piala Dunia U-20 Indonesia, Palestina Malah Pernah Dilatih Orang Israel, Ini Sosoknya

Tentu hal ini akan menyebabkan Bali kehilangan momentum untuk mempromosikan pariwisatanya secara masif serta menimbulkan ketidakpercayaan publik kepada Bali sebagai penyelenggara event-event Internasional," tulis BEM Unud dikutip Suara Denpasar pada Rabu (29/3/2023).

Menurut mereka, apabila urusan politik dicampuradukan dengan Olahraga maka akan mencederai esensi dari sepak bola itu sendiri. 

BEM Unud mengkhawatirkan apabila tuan rumah Piala Dunia U-20 ditarik FIFA dari Indonesia maka beberapa kerugian yang akan di alami sebagai berikut: 

1. Indonesia akan dibekukan oleh FIFA.
2. Indonesia bisa dikecam negara-negara lain karena tidak melaksanakan amanat FIFA.
3. Indonesia tidak akan memiliki kesempatan kembali untuk dipilih FIFA menjadi tuan rumah ajang olahraga. 
4. Indonesia akan dicoret sebagai kandidat tuan rumah Piala Dunia 2034, Federasi olahraga dunia akan mempertimbangkan untuk tidak memilih Indonesia sebagai tuan rumah pesta olahraga termasuk olimpiade. 
5. Indonesia akan dikecam karena bertindak diskriminatif, mencampuradukan olahraga dengan politik. 
6. Pemain, pelatih, wasit, klub dan masyarakat kehilangan mata pencaharian dan 500.000 orang lebih terdampak langsung kalau sepak bola Indonesia terhenti.
7. Timnas U-16, U-19, U-20 tidak boleh ikut serta dalam ajang sepak bola internasional jika FIFA membekukan PSSI dan berdampak hilangnya potensi ekonomi hampir triliunan rupiah. (*/Ana AP)

Load More