"Logika sederhananya, jika Presiden Jokowi optimis dengan penyelenggaraan ini, maka apakah alasan keamanan yang dijadikan alasan oleh Koster masuk akal? Lebih jago mana terkait isu keamanan Presiden Jokowi sebagai Komando tertinggi TNI dan Polri serta lembaga Intelijen atau hanya seorang Koster sebagai Gubernur Bali?" tanya Gendo.
"Kalau alasan Koster dia tidak mau pariwisata terganggu akibat gangguan keamanan, sedangkan di sisi lain Presiden Jokowi mengamini perhelatan ini, bukankah itu sama saja seperti menuding Presiden Jokowi tidak sayang pariwisata Bali," cetusnya lagi.
Terkait harapan Koster agar FIFA berlaku adil dengan mencoret Timnas Israel seperti FIFA mencoret Timnas Rusia, menurutnya adalah ide yang menarik, tetapi sekali lagi, sebelum meminta FIFA adil, semestinya Koster instrospeksi diri.
Introspeksi diri yang dia maksudkan adalah, Koster sudah tahu bahwa Timnas Israel sudah lolos pada bulan Juni 2022 lalu, harusnya ditolak sejak saat itu, bukan di hari-hari menjelang drawing. Atau mestinya tuntutan agar FIFA mencoret Timnas Israel harus dilakukan saat mengajukan diri jadi tuan Rumah.
"Saya juga anti terhadap Israel yang menjajah Palestina dan hal itu bertentangan dengan UUD RI 1945, sama seperti yang Anda (Koster) ungkapkan, tapi pertanyaannya, jika sedemikian adiluhung sikap Anda yang taat konstitusi, lalu kenapa Anda tidak menyatakan hal yang sama saat bendera Israel berkibar di Konferensi International Parlementary Union (IPU) yang diselenggarakan di Bali pada tahun 2022 atau menolak atlet Esport dari Israel yang bertanding di sini?" tanya Gendo.
Gendo mempertanyaan, benarkah alasan yang dikemukan Koster karena prinsip politik atau hanya alasan yang dibuat terkesan heroik agar “ngeles”-nya terkesan hebat.
"Jadi Saudara Koster, sebagai Gubernur Bali, sebaiknya Anda tidak udah banyak melakukan pembenaran," pungkas Gendo. (*/Aryo)
Berita Terkait
-
Gubernur Bali dan Jateng Jadi Sorotan Pemain Sepak Bola, Asnawi Mangkualam Ungkap Kekecewaan: Aneh
-
Imbas Tolak Israel, Gubernur Bali Diancam Bom Bunuh Diri Hingga Dipaksa Copot Jabatan
-
BEM Unud Sebut Gubernur Bali Plin-plan Akibat Terlalu 'Sakti' Batalkan Piala Dunia U-20 di Indonesia
-
Gubernur Bali Jadi Aktor Utama di Balik Gagalnya Indonesia di Piala Dunia U-20? Ini Komentar Kapten Timnas
-
Gubernur Bali 'Sakti' Bikin FIFA Cabut Gelar Host Piala Dunia U-20, BEM Unud Beri Komentar Pedas
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap
-
Erling Haaland Pahlawan! Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
-
Skandal FIFA! 50 Anggota Parlemen UE Desak Infantino Diseret ke Meja Hijau
-
Viral Video Lawas Ramalan Diego Maradona: Laga Piala Dunia 2026 Dibagi 4 Babak
-
Anak Patrick Kluivert dan 2 Pemain Belanda Jadi Korban Serangan Rasis Usai Kegagalan de Oranje
-
Kalah dari Maroko, Jalanan Belanda Berubah Jadi Medan Perang Suporter vs Polisi
-
Belanda Angkat Koper, Virgil van Dijk Jadi Kambing Hitam Disebut Pemain Lemah
-
Der Panzer Tersingkir! Julian Nagelsmann Dituding Perusak Mental Pemain Jerman
-
Dihentikan Brasil di Babak 32 Besar, Timnas Jepang Tetap Full Senyum Bawa Uang Rp69 M