Suara Denpasar – Wakil Ketua DPRD Sukabumi Jona Arizona dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sukabumi oleh DPD Partai Golkar Jawa Barat (Jabar), gara-gara ketahuan terlibat dalam kasus penipuan.
Hal ini dikonfirmasi oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar, MQ Iswara kepada wartawan di Sukabumi, Kamis (30/3/2023).
“Pencopotan Jabatan Jona Arizona sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sukabumi setelah DPD Partai Golkar Jabar menerbitkan Surat Keputusan Nomor: KEP-114/GOLKAR/2023 tertanggal 30 Maret 2023,” tutur Iswara, dikutip Suara Denpasar dari Antaranews, Jumat (31/3/2023).
Dalam keterangannya, Iswara menyebut bahwa setelah dicabutnya Jona Arizona dari jabatannya, pihak DPD Partai Golkar selanjutnya akan menunjuk Phinera Wijaya sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi.
Menurut Iswara, penunjukkan pelaksana tugas Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi ini dimaksudkan agar berbagai program Partai Golkar tetap berjalan. Apalagi saat ini partai sedang gencar-gencarnya mempersiapkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.
Terkait kasus yang menimpa kadernya, Iswara menyatakan prihatin. Namun, pihak Golkar berjanji akan menyerahkan segala proses hukum kepada Satreskrim Polres Sukabumi Kota.
Sebelum itu, Satreskrim Polres Sukabumi memang sudah menetapkan Jona Arizona, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi sekaligus Ketua DPD Partai Golkar ini sebagai tersangka kasus dugaan penipuan.
Sejauh ini, pihak kepolisian Sukabumi telah mengantongi modus yang dilakukan oleh tersangka yakni dengan cara menyewa satu unit mobil Mitsubishi Pajero, dengan perjanjian beban sewa Rp6 juta per minggu dari salah satu rental mobil di Bandung.
Namun, alih-alih menyewa, mobil tersebut malah digadaikan oleh Jona Arizona melalui perantara tersangka berinisial H. (Rizal/*)
Baca Juga: Bagaimana Hak Pilih Narapidana di Pemilu 2024? Begini Penjelasan KPU Bali
Berita Terkait
-
Manuver Brilian! Gaet Ridwan Kamil, Golkar Amankan Pilgub Jabar dan Pilpres 2024, Dedi Mulyadi Gimana?
-
Ridwan Kamil Masuk Golkar, Separtai dengan Dedi Mulyadi? Nurul Arifin Bilang Masuk Akal
-
Elektabilitas Ganjar Tinggi, Golkar Happy, PDI Perjuangan Ribut, Rocky Gerung: Itu Pembusukan
-
Bawaslu Bondowoso Rapat Darurat, Tanggapi 3 Panwascam Terpilih Diduga Anggota Partai Golkar
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Imigrasi Sumut Kedepankan Pencegahan TPPO dan Pengawasan Orang Asing
-
Persib Tak Pernah Kalah dari Persija Selama 3 Tahun, Bojan Hodak Pede Menang di Samarinda
-
Ammar Zoni Gandeng Pengacara Baru, Siap Ajukan PK atas Vonis 7 Tahun
-
Bukan Minimarket Biasa: Rahasia Mematikan dalam A Shop for Killers
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Menjaga Sungai dari Hulu ke Hilir: Cerita Pusur Institute Ajak Anak Muda Rawat DAS Pusur di Klaten
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?
-
Jeremy Doku Bakal Tunjukkan Taring Generasi Baru Timnas Belgia Saat Hadapi Grup G Piala Dunia 2026
-
Bencana Aceh Bikin Pengangguran Mencapai 5,88 Persen
-
Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan