Suara Denpasar - Rektor Universitas Udayana (Unud) Prof. I Nyoman Gde Antara menjawab semua pertanyaan yang dilakukan jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali dalam status sebagai tersangka, kusus dugaan korupsi Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri.
Semua dijawab oleh Prof. Antara secara gamblang dan jelas. "Dari pukul 10 pagi ada 86 pertanyaan 55 halaman.
Kami senang penyidik cukup profesional sehingga bisa menyelesaikan semua pertanyaan," papar Gede Pasek Suardika atau akrab dipanggil GPS, selalu kuasa hukum Prof. Antara, Kamis 6 April 2023.
Senada juga diungkapkan oleh Prof. Antara, dengan lancarnya pemeriksaan dirinya. Ia berterimakasih kepada penyidik Kejati Bali dan tim Penasehat Hukum. "Memang hukum yang paling baik menguji kasus yang ditangani," imbuh GPS.
Pada kesempatan itu, GPS kembali menegaskan bahwa dalam pemanggilan kliennya sebagai tersangka bukanlah mangkir. Melainkan sudah bersurat resmi karena kliennya ada kesibukan.
"Kita memberitahukan secara tertulis. Tidak benar kalau mangkir," tandasnya.
Pria yang juga menjabat sebagai ketua partai itu juga menjelaskan, terkait dugaan korupsi SPI di Unud. Bisa dikatakan, bahwa kliennya dan tersangka lain sangat terbuka.
Bahkan, bisa dikatakan tidak pernah terjadi di Indonesia bahwa tersangka begitu kooperatif. Apa pun dokumen yang dibutukan penyidik Kejati Bali, pihak Unud selalu memenuhi dan menyerahkannya. "Dari dokumen yang kami tidak ada kerugian negara," tegasnya.
Hitung-hitungan Unud malah dari SPI tahun l 2018-2022 sebesar Rp 335 miliar lebih. Untuk pembangunan dan perbaikan fasilitas sudah digunakan Rp 470 miliar lebih. Kekurangan dana SPI itu diambilkan dari dana Unud yang lain.
Jadi, semua dana SPI sudah terserap maksimal dan menggunakan pola DIPA. "Kami bingung juga, biar nanti diuji di praperadilan karena alat bukti harus muncul di sana," tukasnya sembari menyatakan aset Unud juga bertambah dengan SPI ini. Dengan begitu, tidak ada kerugian yang muncul.
Baca Juga: Kemana Dana SPI Mengalir? BEM Unud Sebut Ada Gedung Rusak dan Mahasiswa Belajar Lesehan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Penyebab Laba Bersih ADRO Meroket 76,84% di Semester I/2026
-
Terapi Stem Cell Kian Dikembangkan, Menjangkau Pengobatan Pengapuran Sendi hingga Kebutuhan Estetika
-
Cara Menentukan Shade Skin Tint agar Hasil Tidak Abu-Abu, Ini 6 Tips Memilihnya
-
Auto Glowing! 5 Booster Toner Korea untuk Kulit yang Tampak Lebih Sehat
-
Mahasiswa hingga Ibu Rumah Tangga Rebutan Jadi Relawan MotoGP Mandalika, Apa Menariknya?
-
Kata-kata Pertama Raja Haakon VIII, Raja Norwegia Baru
-
Tiga Tahun Kembangkan Rokok HS, Ini Kiat Sukses Owner M. Suryo: Inovasi dan Semangat Berbagi
-
Pengalaman yang Tak Masuk CV: Mengapa Kerja Domestik Dianggap Tak Bernilai?
-
Kabut Asap Karhutla Makin Pekat Memaksa Siswa Pontianak Belajar Daring
-
Warga Diterkam Buaya di Sungai Sendewo Meranti, Camat: Bukan Pertama Kali