Suara Denpasar - Wayan Koster dinilai sulit membedakan diri sebagai Gubernur Bali dan sebagai kader partai politik. Sehingga dia diminta agar bisa membedakan dirinya agar tidak mengecewakan masyarakat Bali lagi.
Sebab kebijakannya menolak Timnas Israel U-20 dan menolak atlet dari Israel di ajang World Beach Games dinilai bertentangan dengan sebagian besar masyarakat Bali .
Apalagi sebelumnya penolakan terhadap Timnas Israel U-20, berbeda dengan sikap pemerintah pusat.
Nyoman Mardika, aktivis asal Bali mengatakan bahwa kebijakan Koster itu memang sangat memantik kekecewaan masyarakat Bali, namun demikian kata dia, apa yang telah terjadi cukup untuk dijadikan pembelajaran atau evaluasi.
"Ini sudah terjadi ya sudahlah, cuman harus ada evaluasi yang mungkin dilakukan oleh pemerintah daerah, pemerintah pusat dan partai politik sekalipun.
Tidak bisa karena kepentingan politik yang jangka pendek lalu berdampak pada hal-hal yang sifatnya merugikan masyarakat secara luas, terutama terkait kepentingan-kepentingan kita di perkembangan sepak bola," kata Nyoman Mardika kepada Suara Denpasar, Kamis, (6/4/2023).
Mardika menjelaskan bahwa memang ada dua hal yang melekat pada diri seorang Wayan Koster, yaitu sebagai Gubernur Bali dan juga sebagai kader partai politik. Namun harus bisa dipastikan bahwa setiap kebijakan yang dikeluarkan adalah untuk kepentingan umum dan tidak mengecewakan masyarakat Bali.
Mengingat, Bali merupakan pulau pariwisata, sebagian masyarakat bekerja di sektor pariwisata. Untuk itu ajang-ajang olahraga dunia di Bali bisa menambah pundi-pundi penghasilan masyarakat Bali.
"Cuma sekarang harus dilihat juga kepentingan yang lebih besar, bahwa sekarang kita ingin memajukan di sektor pariwisata, tidak hanya soal wisata alam dan budaya, tetapi juga termasuk wisata olahraga," sambungnya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Kontak Wayan Koster Soal Kehadiran Israel di World Beach Games Bali: Tolong....
Pria kelahiran 1971 itu berharap agar ke depan setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh Gubernur Bali, bisa menjaring masukan lewat Koordinasi dengan semua pihak.
"Sebagai masyarakat saya mohon kepada Gubernur Bali Bapak Wayan Koster sebagai pembuat kebijakan, mohon ke depan lebih bijaksana, lebih berkoordinasi dan juga jangan mengecewakan masyarakat Bali lagi," harapnya. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Gus Ipul Ajak ASN Kemensos Turun ground check DTSEN
-
Kisah Dokter Diaspora Terobos Sekat Birokrasi demi Misi Kemanusiaan di Sumatra
-
Ayahnya Pernah Main di Piala Dunia, Pemain Muda Keturunan Indonesia Ini Terusir dari PSV
-
Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali
-
Bea Cukai Segel Toko Perhiasan Mewah Tiffany & Co, APEPI: Negara Hadir Lindungi Industri Lokal
-
Pesan Suara dari Nomor Asing
-
Sentil Toxic Relationship, Awdella Rilis Aku Juga Manusia: Jangan Sampai Kehilangan Diri Sendiri
-
Selain Wakaf Alquran, Taqy Malik Pernah Dicari Polisi Arab Saudi Gara-Gara Jual Sedekah Makanan
-
Purbaya Pede Ekonomi Ekspansif hingga 2033: Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram
-
8 Sunscreen Jepang Terbaik, Ini Formula dan Proteksinya yang Jadi Andalan