Suara Denpasar- Presiden Rusia, Vladimir Putin, blak-blakan mengatakan bahwa hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat kini sedang mengalami krisis parah.
Hal tersebut diungkapkan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Rabu, (5/4/2023), saat upacara di mana Vladimir Putin menerima surat kepercayaan dari 17 duta besar negara asing yang baru diangkat.
"Hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat ... mengalami krisis parah," kata Vladimir Putin, dilansir dari Xinhua, Jumat, (7/4/2023).
Selain itu, Vladimir Putin juga menambahkan bahwa krisis ini, dipandangnya, berakar pada "pendekatan yang berbeda terhadap pembentukan tatanan dunia modern".
Putin mencatat bahwa keamanan global sangat bergantung pada hubungan antara kedua negara adidaya tersebut. Dan pemimpin Amerika Serikat, diharapnya, bertanggung jawab atas krisis Ukraina, dan memburuknya hubungan bilateral dengan Rusia.
Putin juga mengatakan bahwa Rusia mendukung pembangunan hubungan dengan Amerika Serikat jika ini didasarkan pada prinsip kesetaraan, menghormati kedaulatan, dan tidak mencampuri urusan internal masing-masing.
Presiden Rusia itu kemudian mengomentari hubungan tegang Rusia dengan Uni Eropa (UE). Dia mengatakan bahwa UE tidak lagi bertujuan untuk mengembangkan kerja sama ekonomi.
Selain itu, UE tidak berkehendak mempromosikan integrasi di benua Eropa, tetapi saat ini malah berfokus pada "memulai konfrontasi geopolitik dengan Rusia."
Vladimir Putin lalu menyatakan harapan bahwa pada akhirnya, mungkin saja untuk membangun hubungan dengan UE, dan bahwa "logika kerjasama timbal balik" akan menang. (Rizal/*)
Baca Juga: Viral Video Cut Tari Minta Maaf Ke Semua Artis, Masa Lalu Pernah Julid Ke Luna Maya Terkuak?
Berita Terkait
-
Warga Negara Rusia Perangi Narkoba di Bali
-
Koster Usulkan Pencabutan VoA Turis Rusia dan Ukraina, AWK: Saya Ketawa Aja, DPD RI Bali Akan Gagalkan
-
Warga Bali Marah Lapangan Pekerjaan Direbut Orang Rusia dan Ukraina, Kementerian Turun Tangan?
-
Tanggapan Gubernur Bali Saat Tahu Orang Rusia Kabur ke Indonesia untuk Berlindung dari Resesi Ekonomi & Ancaman Wajib Militer
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Tanda-tanda Perang AS - Israel vs Iran Berakhir versi Donald Trump
-
Kenapa Rokok Diizinkan Beredar Meski Berbahaya? Memahami Logika Regulasi
-
Stop Ngebut-ngebutan! Kecelakaan di Jalan Raya Bisa Langsung Bikin Anda Miskin
-
Denda dan Larangan Seumur Hidup: Sanksi OJK untuk Saham POSA dan Benny Tjokrosaputro
-
Bolehkah Merekam Video saat Khutbah Salat Ied Berlangsung?
-
Ini Rest Area di Jalur Trans Jawa yang Memiliki SPKLU Mobil Listrik Tercepat
-
Purbaya Pamer ke Prabowo RI Bisa Tangani Kenaikan Harga Minyak Sejak 2007 hingga Covid-19
-
Purbaya Pamer Efek Suntikan Dana Rp 200 T ke Prabowo, Klaim Ekonomi Tumbuh
-
Harga Emas Antam Sepekan: Terakumulasi Anjlok Hampir Rp100 Ribu
-
Update Korban Perang AS-Iran 15 Maret 2026, Hampir 1000 Orang dan Ratusan Anak Tewas