Suara Denpasar – Di balik namanya yang kini melambung naik, siapa sangka Mahfud MD ternyata sempat merasa kecewa saat tak berhasil menjadi salah satu menteri pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.
Hal ini diungkap Mahfud MD saat menjadi bintang tamu di acara bincang santai bersama Helmy Yahya, Minggu, (16/4/2023).
Pada masa pemerintahan Presiden SBY, Mahfud MD mengaku sempat berharap bisa mengisi jabatan sebagai salah satu menteri kabinet era tersebut. Bahkan saat itu, namanya sudah dipanggil oleh mantan Presiden RI ke-6 itu.
“Saya waktu itu pengen jadi menterinya Pak SBY. Dan sudah dipanggil oleh Pak SBY,” ujar Mahfud MD, dikutip Suara Denpasar dari kanal YouTube Helmy Yahya Bicara.
Lalu dia mengatakan, kala itu portofolionya sudah dilihat. Bahkan, Mahfud MD juga sudah diminta untuk bergabung di struktur pemerintahan SBY jika nanti dirinya berhasil menjabat sebagai presiden.
“(Pak SBY bilang) pokoknya kalau saya jadi, Pak Mahfud gabung,” katanya menceritakan janji yang diberikan SBY saat itu.
Namun, saat cita-cita SBY menjadi seorang presiden terkabul, justru namanya tidak pernah masuk dalam jajaran menteri kabinet era tersebut. Karena itu, Mahfud merasa kecewa.
“Begitu beliau terpilih, kontak-kontaknya putus, semua tidak ada lagi. Ya sudah, waktu itu saya agak kecewa,” akunya.
Meski demikian, Mahfud sendiri mencoba untuk legowo karena ia memiliki sebuah filosofi dalam memandang sebuah jabatan.
Baca Juga: CEK FAKTA: Anas Urbaningrum Temui Mahfud MD, Serahkan Bukti Kuat Kejahatan SBY?
“Filosofi saya itu, kalau jabatan sepenting itu. Semua jabatan, dikejar juga kalau gak bisa gak bakal dapat. Enggak dikejar tapi kalau mau, pasti diberikan oleh Tuhan,” tutur Mahfud MD.
“Nah, dengan berpikir begitu membuat saya menjadi tenang,” sambungnya.
Mahfud percaya bahwa sesuatu hal termasuk jabatan ketika dikejar mati-matian, jika memang bukan ditakdirkan untuknya, pasti tidak akan ia dapatkan. Lain halnya saat Tuhan menghendaki, bagaimana pun kondisi dan caranya pasti akan diberikan.
Hal ini pun terbukti setelah berselang beberapa bulan dari rasa kecewanya itu, tiba-tiba Presiden SBY kembali menelepon dan menawarkan sebuah jabatan.
“Saya kejar gak dapet. Tapi tiba-tiba beberapa bulan kemudian, Pak SBY telepon saya tengah malam. Bilang ‘Pak Mahfud, saya sekarang akan menangani SK (Surat Keputusan) Presiden, Pak Mahfud jadi Hakim MK (Mahkamah Konstitusi)’,” tuturnya.
Atas hal itu, Mahfud percaya Tuhan punya rencana yang lebih baik. Karena di saat dirinya tak berhasil mengejar posisi sebagai menteri di era SBY. Justru ia diberikan posisi lain yang setara dengan jabatan yang diinginkannya itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar