Suara Denpasar - Sekretaris Umum (Sekum) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Sehat MP Sinurat, ST., MT., mengimbau agar menjelang pemilu 2024 semua DPD maupun DPC menggelar pendidikan politik dalam internal organisasi.
Pesan itu pun disampaikan khusus oleh Sehat MP Sinurat kepada DPD GAMKI Bali pada kegiatan Pelantikan Kepengurusan dan Rapat Kerja Daerah GAMKI se-Bali, di Museum Agung Pancasila Denpasar, Senin, (17/3/2023) malam.
Bagi Sehat, pendidikan politik sangat penting agar pada saat pemilu nanti para pemuda Gereja dapat memilih pemimpin yang baik, yang bijaksana dan mengerti hati nurani rakyat.
"Untuk teman-teman GAMKI Bali agar mendorong pendidikan politik bagi pemuda Gereja supaya menggunakan hak pilihnya dengan cerdas. Jangan sampai golput atau tidak menggunakan hak pilih kita, kalau itu terjadi artinya kita membiarkan orang-orang yang tidak baik, yang tidak benar masuk ke dalam sistem," tegasnya.
Selain itu, Sehat menjelaskan pendidikan politik tentu sangat membantu kader GAMKI memiliki ruang untuk mempelajari visi misi setiap kandidat dan juga meninjau rekam jejak.
"Jadi harus menggunakan hak pilih dan menggunakannya dengan cerdas, pilih orang-orang yang memang punya rekam jejak yang baik dan yang punya keinginan luhur mau mengabdi kepada masyarakat," sambungnya.
Sehat juga menghimbau agar setiap DPD maupun DPC GAMKI agar melawan isu-isu SARA dan politik pecah belah yang mengancam demokrasi.
Sementara, Ketua GAMKI Bali, Ory Heingu Deta mengatakan GAMKI Bali akan menggelar konsolidasi besar-besaran dengan pemuda lintas agama. Tujuannya adalah menjaga keberagaman di dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.
"Ke depan kita akan lakukan konsolidasi dengan pemuda lintas agama yang ada di Bali untuk menjaga nilai-nilai Pancasila. Nanti kami akan coba untuk lakukan pertemuan rutin untuk mendiskusikan kondisi bangsa saat ini.
Baca Juga: HEBOH! Beredar Surat Unud Berikan Kajati Bali Udayana Award
Menurutnya, pertemuan rutin antar pemuda lintas agama tentu akan memberikan efek positif bagi keharmonisan bangsa. Sebab Indonesia adalah bangsa yang multi kultural.
"Kalau kita rutin bertemu dalam diskusi-diskusi kecil, tentu saja tidak hanya mendapatkan kecerdasan bersama, tetapi juga menjaga silaturahmi pemuda lintas agama," tandasnya. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?