Suara Denpasar - Manuver Gubernur Bali Wayan Koster yang menolak Tim Israel pada ajang Piala Dunia U-20 dinilai telah melampaui kewenangan presiden. Alasan penolakan dengan dalil konstitusi pun tidak bisa dilakukan hanya berdasar kehendak sendiri.
“Yang berwenang dalam hubungan politik luar negeri adalah presiden. Kewenangan absolut ada di presiden,” kata I Dewa Gede Palguna, dalam diskusi Sosialisasi Empat Pilar Konsensus Bangsa untuk Mengatasi Segala Bentuk Penjajahan dan Eksploitasi Ipoleksosbudehankam” di kantor DPD RI, Denpasar, Selasa (18/4/2023).
Dalam diskusi yang diinisiasi oleh anggota DPD RI Made Mangku Pastika itu, Palguna menjelaskan bahwa presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi memiliki kewenangan absolut dalam hubungan politik luar negeri Indonesia.
“Yang memiliki kewenangan untuk menolak atau menerima negara tertentu adalah presiden. Kewenangan absolut ada di presiden yang tidak bisa didelegasikan kepada kepala daerah,” ujar anggota Mahkamah Konstitusi periode 2015-2020 ini.
Terkait dengan sikap Gubernur Bali Wayan Koster yang menolak tim Israel dalam ajang piala dunia U-20 dengan alasan konstitusi, Palguna menjelaskan bahwa tafsir konstitusi dilakukan dengan
mengelaborasi pengertian yang terkandung dalam konstitusi dan kemudian tujuan yang hendak diwujudkannya.
Tiga kaidah dasar dalam menafsirkan konstitusi, harus tunduk dipahami satu kesatuan, masuk akal (logis), dan konsistensinya serta masihkah mencerminkan konstitusi secara tepat.
“Menafsirkan konstitusi bukan sekadar pekerjaan mencocok-cocokan kehendak dan pikiran kita dengan teks atau naskah konstitusi,” ujarnya.
Manuver terbaru, Wayan Koster kembali menolak kehadiran atlet Israel dalam Word Beach Games di Bali. Terkait itu Waketum DPP Persadha Nusantara Gede Suardana meminta Presiden Joko Widodo agar menegur Gubernur Bali Wayan Koster.
“Ia (Gubernur Bali) telah melanggar UUD 1945. Presiden Joko Widodo harus menegur Gubernur Koster yang telah melanggar dan melampaui kewenangannya agar tidak terus menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” ujar ketua KPU Buleleng 2013-2018 itu.
Baca Juga: Sempat Pilih Timnas Belanda, PSSI Resmi Batalkan Naturalisasi Justin Hubner, Begini Kronologinya
Lebih lanjut Gede Suardana menilai sikap Gubernur Koster menolak kehadiran Israel dalam piala dunia U-20 dan Word Beach Games di Bali adalah sebuah kesalahan luar biasa karena bukan menjadi kewenangannya.
“Kepala daerah tidak memiliki kewenangan mengambil sikap urusan hubungan politik luar negeri menjadi kewenangan absolut Presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi,” kata Suardana yang juga bakal calon DPD RI Pemilu 2024. (Rizal/*)
Berita Terkait
-
Jokowi Tanggapi Ganjar Pranowo dan Wayan Koster yang Beda Pandangan Terkait Timnas Israel, Akan Beri Sanksi?
-
Cek Fakta: Jokowi Ngamuk! Pecat Ganjar Pranowo dan Gubernur Koster, Imbas Gagalkan Piala Dunia U20?
-
Beda Pendapat Soal Timnas Israel, Momen Lawas Gubernur Koster dan Jokowi Disorot Netizen
-
Jokowi Resmikan Bendungan di Bali dengan Anggaran Rp820 Miliar
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan